Mutiara Pagi Katolik : Menyimpan Kebencian dan Rasa Dendam membelenggu Kehidupan

  • 24 Agt 2026 08:43 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao – Menyimpan kebencian dan rasa dendam akibat luka masa lalu hanya akan membelenggu kehidupan seseorang. Pernyataan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Katolik Kemenag Rote Ndao Damianus O. Benu dalam dialog Pro 1 RRI Rote, Kamis, 13 Agustus 2026.

Dalam kehidupan bermasyarakat, perkara paling sulit dilakukan manusia bukanlah meminta maaf melainkan memberikan pengampunan tulus. Meminta maaf hanya butuh keberanian mengakui kesalahan sementara mengampuni menuntut kerelaan melepaskan rasa sakit hati.

"Mengampuni orang lain yang menyakiti kita pada dasarnya adalah sebuah hadiah bagi diri sendiri," kata Damianus. Saat seseorang terus menyimpan kebencian, hatinya akan selalu terikat pada peristiwa penderitaan masa lalu.

Damianus membedakan antara tingkatan mengampuni, berdamai dengan keadaan, serta memberikan kesempatan kedua kepada sesama. Mengampuni berada pada tingkatan tertinggi karena mampu membebaskan jiwa dari beban berat tanpa syarat.

"Kita tetap wajib mengampuni meskipun orang yang menyakiti tidak pernah meminta maaf," katanya, menegaskan. Sikap berbesar hati menerima kenyataan membuat seseorang tidak membiarkan luka menentukan arah masa depannya.

Umat Kristus diajak untuk berani menegur kesalahan dengan bijak tanpa harus memelihara rasa benci di hati. Batas yang sehat tetap perlu dijaga agar tindakan ketidakadilan tidak terjadi secara berulang-ulang.

Ia berharap nilai-nilai pengampunan dapat bertumbuh subur dalam setiap rumah tangga masyarakat Kabupaten Rote Ndao. Rumah tangga yang dipenuhi kesabaran dan saling memaafkan akan menjadi tempat tumbuh kembang keluarga sejahtera. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....