BPBD Kota Kupang Luncurkan Inovasi Top Ranger, Libatkan Ojek Online untuk Mitigasi

  • 28 Apr 2026 08:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang meluncurkan inovasi bertajuk Top Ranger sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di wilayah perkotaan. Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi lintas sektor di tengah tantangan kebencanaan yang semakin kompleks.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si. dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang Senin, 27 April 2026 menjelaskan bahwa Top Ranger merupakan singkatan dari Transportasi Online Peduli Relawan Penanggulangan Bencana. Inovasi ini melibatkan pengemudi ojek daring sebagai garda terdepan dalam penyebaran informasi dan deteksi dini potensi bencana.

“Ide ini muncul karena kami melihat mobilitas pengemudi ojek online yang sangat tinggi dan menjangkau hampir seluruh wilayah kota. Mereka bisa menjadi sumber informasi awal sebelum tim resmi tiba di lokasi,” ujarnya.

Pemerintah Kota Kupang, menurut Ernest, telah menjalin kemitraan dengan perusahaan transportasi daring seperti Grab dan Gojek guna mendukung kolaborasi berbasis pentahelix yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Para pengemudi yang tergabung dalam program ini dibekali pelatihan khusus, mulai dari teknik pertolongan pertama hingga prosedur evakuasi darurat pada menit-menit awal kejadian bencana. Hal ini diharapkan dapat mempercepat respons dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Ernest juga mengungkapkan bahwa inovasi Top Ranger mendapat perhatian internasional melalui program kerja sama Siapsiaga yang melibatkan pemerintah Australia. Bahkan, perwakilan dari Kedutaan Besar Australia telah melakukan kunjungan langsung ke Kota Kupang untuk melihat implementasi standar operasional prosedur program tersebut.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami, karena inovasi daerah dengan keterbatasan anggaran tetap mampu menghadirkan sistem penanggulangan bencana yang adaptif dan partisipatif,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, koordinasi antara BPBD dan relawan Top Ranger dilakukan melalui grup komunikasi daring yang terhubung langsung dengan pusat kendali di Posko Penanggulangan Bencana. Informasi dari lapangan menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan cepat oleh pihak berwenang.

Ke depan, peran Top Ranger direncanakan akan diperluas untuk mendukung program kemanusiaan lainnya, seperti distribusi makanan tambahan bagi anak-anak yang terindikasi stunting. Selain itu, para pengemudi ojek daring juga berpotensi dilibatkan dalam layanan pengantaran dokumen perpajakan guna mendukung peningkatan pendapatan asli daerah.

Di akhir wawancara, Ernest mengimbau masyarakat agar selalu siap menghadapi kemungkinan bencana dengan menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan penting, seperti obat-obatan dan dokumen berharga. "Bencana bisa datang tanpa pemberitahuan. Karena itu, peduli lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan," katanya, mengakhiri. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....