Top Ranger Diperluas, Kupang Bidik Model Nasional

  • 22 Apr 2026 20:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Kota Kupang semakin serius mengembangkan inovasi kebencanaan “Top Ranger” sebagai model kesiapsiagaan berbasis masyarakat yang terintegrasi. Setelah mendapat perhatian dari mitra internasional, program ini kini diarahkan untuk diperluas sebagai sistem yang tidak hanya responsif saat bencana, tetapi juga adaptif dalam fase pencegahan dan pemulihan.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, menegaskan bahwa penguatan “Top Ranger” menjadi bagian dari strategi jangka menengah daerah dalam menghadapi risiko bencana yang kian kompleks akibat perubahan iklim. Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi cukup, sehingga dibutuhkan sistem yang mampu bergerak cepat, presisi, dan berbasis partisipasi warga.

“Ke depan, kita tidak hanya bicara tanggap darurat. Kita ingin sistem ini mampu mendeteksi risiko lebih awal, mempercepat distribusi bantuan, dan memastikan masyarakat menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si menjelaskan bahwa pengembangan “Top Ranger” akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni penguatan kapasitas sumber daya manusia, integrasi teknologi informasi, serta standarisasi prosedur operasional di tingkat kelurahan hingga kota.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini. “Kami mendorong terbentuknya relawan-relawan terlatih di setiap wilayah. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi aktor utama dalam sistem ini,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga non-pemerintah untuk memperluas jangkauan program. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat logistik, pelatihan, hingga pengembangan sistem digital yang menopang operasional “Top Ranger”.

Program SIAP SIAGA yang selama ini menjadi mitra strategis turut memberikan dukungan dalam bentuk asistensi teknis dan penguatan kebijakan. Pendekatan kolaboratif ini dinilai menjadi faktor penting yang membuat inovasi “Top Ranger” memiliki daya saing dan potensi replikasi di daerah lain.

Pemerintah Kota Kupang menargetkan, dalam beberapa tahun ke depan, “Top Ranger” dapat menjadi role model nasional dalam sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas. Dengan struktur yang semakin matang dan dukungan lintas sektor, program ini diharapkan mampu memperkuat ketangguhan daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem kebencanaan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa inovasi daerah tidak berhenti pada pengakuan, tetapi terus bergerak menuju implementasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Kupang pun menempatkan diri sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong transformasi sistem penanggulangan bencana di Indonesia. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....