BBWS Nusa Tenggara II Siapkan Strategi Hadapi Kekeringan Dukung Ketahanan Pangan
- 29 Jul 2026 10:31 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terus memperkuat strategi menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi terjadi akibat dampak fenomena El Nino. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah guna memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Davianto Frangky B. Welkis, dalam wawancara Kupang Pagi RRI Kupang Jumat, 24 Juli 2026 menjelaskan, pihaknya telah menjalankan sejumlah program pemerintah dengan mengacu pada wilayah yang berpotensi mengalami krisis air. Program tersebut disusun berdasarkan kajian potensi cekungan air tanah serta usulan dari pemerintah daerah.
Menurut Davianto, salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT) melalui sumur bor sebagai sumber air baku maupun air irigasi. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas pertanian meskipun memasuki musim kemarau dengan kondisi curah hujan yang rendah.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan JIAT saat ini dilakukan oleh BBWS Nusa Tenggara II menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Pemerintah daerah berperan dalam mengusulkan lokasi yang membutuhkan pembangunan jaringan irigasi tersebut melalui sistem informasi program usulan irigasi.
Davianto menyebutkan, sejak program percepatan pembangunan dan rehabilitasi irigasi mulai berjalan pada 2025, BBWS Nusa Tenggara II telah membangun sekitar 19 titik jaringan irigasi air tanah yang tersebar di sejumlah wilayah NTT, termasuk di Kota Kupang. Keberadaan sumur bor tersebut dinilai membantu petani karena tetap memiliki sumber air untuk bercocok tanam saat musim kemarau.
Untuk tahun 2026, program tersebut akan diperluas dengan tahap awal pembangunan di sekitar 42 lokasi yang telah diverifikasi. BBWS Nusa Tenggara II juga membuka peluang usulan tahap berikutnya agar seluruh kabupaten dan kota di NTT dapat memanfaatkan program tersebut dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah.
Davianto berharap masyarakat dan kelompok tani penerima manfaat dapat memanfaatkan fasilitas jaringan irigasi air tanah secara maksimal dan bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan agar penggunaan air dilakukan secara bijak serta menjaga infrastruktur yang telah dibangun, seperti panel surya, pompa, rumah pompa, dan fasilitas pendukung lainnya, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....