Muscab PKB Kupang tanpa Voting, Fokus Program 5 Tahun

  • 22 Apr 2026 20:20 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota dan Kabupaten Kupang menandai perubahan pendekatan dalam konsolidasi partai, dengan meniadakan mekanisme voting dan mengedepankan musyawarah mufakat berbasis kinerja kader. Forum yang digelar di Hotel Neo by Aston Kupang, Selasa, 21 April 2026, lebih difokuskan pada penyusunan arah strategis lima tahun ke depan.

Perwakilan DPP PKB, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa Muscab kali ini tidak lagi menjadi arena kompetisi internal, melainkan ruang perumusan program yang konkret dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendekatannya berbeda. Tidak ada voting. Kita dorong musyawarah mufakat dengan indikator dedikasi dan kinerja. Fokus kita adalah bagaimana PKB benar-benar hadir dengan program nyata,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjaga soliditas internal sekaligus memastikan energi partai tidak habis pada kontestasi struktural, tetapi diarahkan pada kerja-kerja substantif di tengah masyarakat.

Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi, menambahkan bahwa tren positif PKB di Nusa Tenggara Timur harus dijaga melalui penguatan struktur hingga ke tingkat akar rumput, disertai dengan peningkatan kualitas program.

Ia menyebut, Muscab menjadi titik evaluasi menyeluruh terhadap capaian partai, sekaligus momentum merumuskan strategi baru yang lebih adaptif terhadap dinamika daerah. “Penguatan struktur saja tidak cukup. Harus diikuti dengan penguatan peran dan kontribusi nyata di masyarakat,” katanya.

Dalam forum tersebut, Bupati Kupang, Yosef Lede, menyoroti pentingnya keputusan politik yang lahir dari Muscab karena berdampak langsung terhadap arah pembangunan daerah.

Ia menilai, proses internal partai yang sehat akan menghasilkan kebijakan publik yang lebih berkualitas. “Forum seperti ini menentukan arah kebijakan, sehingga prosesnya harus benar-benar mencerminkan kedewasaan politik,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, melihat pendekatan tanpa voting sebagai bagian dari upaya membangun politik yang lebih harmonis dan kolaboratif. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah dan partai politik.

“Yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar kompetisi, tetapi kolaborasi. Ketika semua pihak bergerak bersama, pembangunan akan lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan model Muscab berbasis musyawarah mufakat ini, PKB Kupang diharapkan mampu menghasilkan kepemimpinan yang solid tanpa fragmentasi internal, sekaligus melahirkan program kerja yang lebih fokus pada isu-isu strategis seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Pendekatan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa konsolidasi partai di tingkat daerah mulai bergeser dari pola kompetitif menuju pola kolaboratif, dengan orientasi utama pada efektivitas program dan dampak nyata bagi masyarakat. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....