LLDIKTI Wilayah XV Perkuat GENTASKIN: Dorong NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif
- 22 Apr 2026 08:12 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-LLDIKTI Wilayah XV terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah melalui Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem). Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur.
Pada 2025, GENTASKIN difokuskan pada penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem dengan hasil yang dinilai positif. Program ini berlangsung dari Juli hingga Oktober 2025 di 25 desa prioritas di Kabupaten Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan, dan Manggarai Timur, melibatkan 367 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi lintas disiplin.
Mahasiswa menjalankan berbagai program berbasis kebutuhan lokal, seperti edukasi gizi dan kesehatan ibu-anak, pendampingan Posyandu, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan keluarga, hingga pengembangan kebun gizi dan dapur sehat. Hasilnya, terjadi peningkatan literasi gizi masyarakat, partisipasi layanan kesehatan desa, serta berkembangnya usaha ekonomi produktif di tingkat lokal.
Melanjutkan capaian tersebut, LLDIKTI Wilayah XV akan meluncurkan KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 pada 2026 dengan cakupan lebih luas dan pendekatan lebih komprehensif. Tema program kini berkembang menjadi “Gerakan NTT yang Sehat, Kuat, dan Inklusif,” menandai perluasan fokus dari penanganan masalah dasar menuju pembangunan kualitas hidup berkelanjutan.
Program tahun 2026 ditargetkan melibatkan 2.000 hingga 3.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar NTT, dengan jangkauan 100 hingga 200 desa prioritas. Pelaksanaan dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026.
Kegiatan akan difokuskan pada lima klaster utama, yaitu; Edukasi gizi dan kesehatan ibu dan anak; Pemberdayaan ekonomi keluarga dan UMKM desa; Peningkatan sanitasi dan akses air bersih; Literasi dan pendidikan keluarga; serta Penguatan kelembagaan masyarakat dan inovasi lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih luas, tidak hanya menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem, tetapi juga membangun masyarakat yang sehat, tangguh secara ekonomi, dan inklusif.
Program GENTASKIN mengadopsi model kolaborasi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, masyarakat, dunia usaha, hingga media. Sinergi ini memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Untuk mendukung transparansi, dikembangkan pula platform digital SILONTAR GENTASKIN sebagai sistem pelaporan, monitoring, dan evaluasi berbasis data terintegrasi. Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng menegaskan bahwa transformasi GENTASKIN merupakan bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT.
“Transformasi GENTASKIN dari fokus penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi gerakan menuju NTT yang sehat, kuat, dan inklusif merupakan komitmen kami untuk menghadirkan pembangunan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan semangat Mahasiswa Berdampak, GENTASKIN diharapkan menjadi katalisator percepatan pembangunan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperkuat fondasi menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan inklusif. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....