Bulog Waingapu Perkuat Mekanisme Serapan Gabah Petani Lokal
- 21 Apr 2026 08:46 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perum Bulog Waingapu terus memperkuat mekanisme penyerapan Gabah Kering Panen atau GKP demi memastikan hasil panen petani terserap optimal secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.
Kepala Bulog Waingapu, Inung Tri Afandi, menjelaskan bahwa Bulog turun langsung ke kelompok tani atau poktan dan gapoktan untuk mempercepat proses penyerapan hasil panen petani. Selain itu, Bulog juga menjalin kerja sama dengan mitra penggilingan padi guna memastikan proses pengolahan gabah berjalan efektif dan efisien.
Ia menambahkan bahwa petani dapat menghubungi Tim Jemput Pangan melalui PPL Dinas Pertanian setempat maupun Babinsa untuk mempermudah akses penyerapan gabah. Melalui mekanisme ini, gabah petani akan diangkut langsung menuju mitra penggilingan padi untuk segera diproses lebih lanjut sesuai standar yang ditetapkan.
Namun demikian, terdapat sejumlah kendala di lapangan yang masih dihadapi dalam proses penyerapan gabah dari petani secara optimal. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan mesin pengering yang menyebabkan sebagian besar petani masih mengandalkan lantai jemur menggunakan terpal sederhana.
Kondisi tersebut membuat proses pengeringan gabah membutuhkan waktu yang relatif lebih lama terutama saat kondisi cuaca tidak menentu atau sering terjadi hujan. Setelah gabah berhasil dikeringkan dan diolah menjadi beras oleh mitra penggilingan, hasil tersebut kemudian dikirimkan ke gudang Bulog Waingapu.
Selain mekanisme penyerapan langsung, Bulog juga menerapkan mekanisme kedua melalui sistem kontrak kerja sama dengan mitra penggilingan padi di wilayah setempat. Dalam skema ini, mitra penggilingan padi mengajukan penawaran volume gabah sesuai kapasitas yang dimiliki kepada pihak Bulog.
Penawaran tersebut selanjutnya akan melalui proses evaluasi oleh Bulog sebelum disetujui dan diterbitkan purchase order atau PO sebagai dasar pelaksanaan kerja sama. Setelah PO diterbitkan, petugas pelaksana kualitas akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kualitas gabah di lokasi mitra penggilingan padi.
Setelah dinyatakan memenuhi standar kualitas yang ditentukan, mitra penggilingan akan melanjutkan proses pengeringan hingga gabah berubah menjadi beras siap konsumsi. Beras yang telah selesai diproses tersebut kemudian diantarkan oleh mitra ke gudang Bulog sebagai bagian dari rantai pasok yang terintegrasi.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memberikan kepastian pasar yang adil bagi petani di wilayah Waingapu. Dengan mekanisme yang terus diperkuat, diharapkan kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan daerah dapat terjaga secara berkelanjutan. (AN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....