Bulog Waingapu Serap Beras Petani Sumba Timur hingga 105 Persen dari Target

  • 09 Jun 2026 16:14 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Perum Bulog Cabang Waingapu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung petani lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumba Timur. Hingga Juni 2026, realisasi penyerapan beras petani setempat bahkan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah untuk tahun ini.

Kepala Bulog Cabang Waingapu, Inung Tri Afandi, mengatakan target penyerapan beras lokal tahun 2026 sebesar 825 ton. Namun, capaian hingga pertengahan tahun telah mencapai 105 persen dan masih terus bertambah seiring berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah.

“Untuk tahun ini, dari target yang telah ditetapkan sebanyak 825 ton, kita sudah mencapai 105 persen sampai dengan bulan ini dan akan berlanjut terus,” kata Inung dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, tingginya realisasi penyerapan tersebut menunjukkan potensi produksi padi di Sumba Timur yang cukup besar. Kondisi panen yang baik membuat ketersediaan gabah dan beras di tingkat petani terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Meski target tahunan telah terlampaui, Bulog Waingapu tetap membuka ruang penyerapan hasil panen petani. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan hasil produksi petani dapat terserap dengan baik oleh pemerintah.

“Memang potensi panen di Sumba ini relatif tinggi, sehingga kita untuk saat ini dan ke depan masih melakukan penyerapan walaupun kita sudah mencapai 105 persen dari target setahun yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Selain memperkuat cadangan pangan pemerintah, keberhasilan penyerapan beras lokal ini juga menjadi kabar positif bagi para petani di Sumba Timur. Dengan adanya kepastian pasar melalui Bulog, petani memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh harga jual yang sesuai ketentuan pemerintah dan menjaga keberlanjutan usaha pertanian mereka.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor pertanian Sumba Timur masih menjadi salah satu penopang penting ketahanan pangan daerah. Di tengah berbagai tantangan distribusi dan logistik, produksi beras lokal tetap mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan pangan masyarakat. (DB)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....