Optimalisasi Penyerapan Gabah Petani, Bulog Waingapu Perkuat Stok dan Jaga Harga

  • 20 Apr 2026 08:32 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Perum Bulog melalui Kantor Cabang Waingapu terus mengoptimalkan penyerapan gabah hasil panen petani di Nusa Tenggara Timur guna memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat daerah.

Kepala Bulog Cabang Waingapu, Inung Tri Afandi, dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang Senin, 20 April 2026 menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons terhadap kondisi pasar yang fluktuatif, sehingga diperlukan intervensi nyata untuk melindungi kesejahteraan petani.

Menurutnya, proses penyerapan gabah dilakukan dengan standar kualitas yang ketat agar beras yang dihasilkan memiliki daya simpan yang baik dan aman dikonsumsi masyarakat.

“Kebijakan ini memang terkesan selektif, namun itu bagian dari upaya menjaga kualitas serta akuntabilitas pengelolaan stok pangan nasional,” ujar Inung saat diwawancarai via telpon.

Ia menambahkan, pemerintah daerah melalui dinas terkait terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani agar mampu menghasilkan gabah sesuai spesifikasi teknis, khususnya terkait kadar air. Hal ini penting agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal oleh Bulog.

Sinergi antara petani dan Bulog, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam menciptakan rantai pasok pangan yang mandiri serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Selain aspek kualitas, fleksibilitas harga pembelian gabah juga menjadi perhatian. Pihak Bulog berupaya menyesuaikan harga agar tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, namun tetap kompetitif bagi petani.

“Kami berupaya tetap inklusif dalam menyerap hasil panen petani, dengan menyesuaikan harga pembelian agar selaras kebijakan pemerintah namun tetap menguntungkan produsen lokal,” ujarnya.

Dukungan infrastruktur seperti fasilitas pengeringan (dryer) dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas gabah. Pemerintah pun terus mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana pertanian modern guna meminimalisir risiko kerusakan akibat cuaca.

Di sisi lain, kelancaran distribusi dari lahan pertanian menuju gudang Bulog juga menjadi perhatian serius. Kolaborasi dengan pihak swasta dalam penyediaan jasa transportasi logistik diharapkan mampu mempercepat proses penyerapan, sehingga modal kerja petani dapat segera berputar kembali.

Penguatan stok beras lokal melalui penyerapan gabah ini juga diharapkan mampu membantu pemerintah dalam melakukan intervensi pasar saat terjadi lonjakan harga yang berpotensi memicu inflasi.

Dengan sistem pengelolaan yang transparan dan inklusif, Bulog optimistis tidak ada lagi petani yang kesulitan memasarkan hasil panennya dengan harga yang layak.

Inung menambahkan, langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur, sekaligus bentuk keberpihakan terhadap para petani sebagai pahlawan pangan. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....