Stok Pangan di Sumba Timur Aman, Bulog Pastikan Distribusi Tetap Lancar

  • 12 Jun 2026 16:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Stok pangan di Kabupaten Sumba Timur dipastikan masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, meski di tengah adanya pembatasan BBM bersubsidi yang sempat memengaruhi proses distribusi logistik. Bulog Cabang Waingapu menyatakan bahwa ketersediaan beras dan komoditas pangan lainnya masih berada pada level aman untuk beberapa bulan ke depan serta tetap dilakukan penguatan stok dari berbagai wilayah pemasok.

Kepala Bulog Cabang Waingapu, Inung Tri Afandi dalam Wawancara Kupang Pagi Pro 1 RRI Kupang, Senin, 8 Juni 2026 mengatakan, pihaknya saat ini menguasai stok beras PSO sekitar 1.092 ton, beras premium sekitar 12 ton, serta minyak goreng sekitar 71.000 liter. Ia menyebutkan stok beras PSO tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sumba Timur hingga tiga bulan ke depan, sehingga kondisi ketahanan pangan masih terjaga dengan baik.

Selain stok yang ada, Bulog juga memastikan adanya tambahan pasokan yang sedang dalam proses pengiriman dari wilayah lain, termasuk sekitar 570 ton beras dari Kanwil NTB. Namun, proses distribusi sempat mengalami kendala akibat keterbatasan armada angkutan yang juga terdampak oleh aktivitas pengangkutan komoditas lain seperti jagung di wilayah NTB.

Inung menjelaskan bahwa meskipun terdapat tantangan dalam proses pengiriman, Bulog telah melakukan langkah antisipasi dengan mengambil suplai dari wilayah lain seperti Jawa Timur. Sebanyak 300 ton beras dari Jawa Timur telah tiba dan siap disalurkan, sementara realisasi bantuan pangan di Sumba Timur juga telah mencapai sekitar 90 persen dari total target 930 ton untuk dua bulan alokasi.

Terkait dampak pembatasan BBM bersubsidi, Inung menyebutkan bahwa secara umum belum memberikan dampak signifikan terhadap distribusi pangan di wilayah Sumba Timur. Proses penyaluran ke kelurahan masih berjalan sesuai jadwal, meskipun terdapat sedikit hambatan berupa antrean BBM yang dialami mitra transportasi dalam proses pengangkutan logistik.

Ia menambahkan bahwa sistem distribusi yang digunakan saat ini masih berjalan dengan baik karena menggunakan kontrak angkutan terpusat dengan tarif yang telah ditetapkan. Untuk menjaga kelancaran distribusi, pihaknya juga memberikan prioritas sandar di pelabuhan bagi kapal pembawa bahan pangan agar proses bongkar muat dapat segera dilakukan dan barang cepat sampai ke gudang serta masyarakat.

Di akhir keterangannya, Inung mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan pangan secara berlebihan karena stok beras di Bulog Waingapu dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. Ia juga menegaskan bahwa penyerapan gabah dari petani lokal tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan, sekaligus memastikan kestabilan pasokan dan harga di wilayah Sumba Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....