Budaya Pembelajar Kunci Adaptasi SDM Era Digital PT Pelindo Cabang Waingapu

  • 15 Apr 2026 20:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Transformasi digital di sektor kepelabuhanan tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam beradaptasi. Hal ini ditegaskan General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Waingapu, Imam Haromain saat diwawancarai RRI Kupang, Rabu, 15 April 2026 dalam upaya menjawab tantangan era platform yang semakin dinamis.

Menurutnya, keberhasilan implementasi sistem digital di pelabuhan sangat ditentukan oleh mentalitas dan pola pikir para personel yang mengoperasikannya. Ia menilai, teknologi canggih tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa didukung SDM yang memiliki semangat belajar dan kemampuan beradaptasi secara berkelanjutan.

“Tantangan terbesar bukan hanya pada infrastruktur, tetapi bagaimana mengubah pola pikir karyawan agar selaras dengan kebutuhan era digital saat ini,” ujarnya.

Imam Haromain mengatakan, Pelindo Waingapu kini aktif mendorong penerapan budaya kerja agile, yakni pola kerja yang adaptif, responsif, dan inovatif. Budaya ini dinilai penting agar setiap individu mampu merespons perubahan kebutuhan konsumen yang bergerak cepat, terutama di tengah dominasi layanan berbasis platform digital.

Imam juga menekankan pentingnya membangun budaya pembelajar di lingkungan kerja. Melalui program peningkatan kapasitas atau upskilling yang dilakukan secara rutin, Pelindo memastikan seluruh karyawan tetap memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi.

“Kita selalu mengajak SDM untuk berpacu dalam hal-hal baru yang inovatif dan menumbuhkan pola pikir sebagai pembelajar agar mampu berakselerasi dengan cepat,” katanya.

Transformasi ini juga menuntut adanya penyesuaian antara regulasi nasional dengan perilaku konsumen yang kini cenderung memilih layanan serba digital. Untuk itu, manajemen secara aktif memberikan pelatihan teknis serta pengarahan kepada personel lapangan agar mampu mengoperasikan berbagai sistem aplikasi yang digunakan dalam pelayanan kepelabuhanan.

Selain itu, Imam menjelaskan, peningkatan literasi digital menjadi fokus penting, khususnya bagi petugas di garis depan. Kemampuan komunikasi digital dinilai krusial dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan memudahkan pengguna jasa dalam mengakses layanan pelabuhan.

Pelindo Waingapu juga membuka ruang kolaborasi dengan para praktisi teknologi informasi guna memperkaya wawasan serta mengadopsi tren digital terbaru yang relevan dengan kebutuhan operasional pelabuhan.

Imam Haromain meyakini bahwa investasi pada kualitas SDM merupakan langkah strategis jangka panjang untuk meningkatkan daya saing pelabuhan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan budaya kerja yang adaptif dan inovatif, diharapkan Pelabuhan Waingapu mampu terus berkembang sebagai simpul logistik yang andal.

Upaya penguatan kapasitas SDM ini diharapkan turut mendorong peran Pelabuhan Waingapu sebagai motor penggerak ekonomi di Kabupaten Sumba Timur dan kawasan Nusa Tenggara Timur secara luas, di tengah arus transformasi digital yang semakin masif. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....