K-SIGN Butuh Tambahan Listrik Empat MW
- 07 Apr 2026 07:20 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao membutuhkan tambahan listrik. Kebutuhan awal diperkirakan mencapai empat megawatt (MW).
Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Koswara menyampaikan kapasitas mesin listrik daerah masih terbatas. Kapasitas PLN sekitar sepuluh megawatt, namun pemanfaatan hanya lima megawatt.
Keterbatasan tersebut disebabkan oleh pasokan bahan bakar minyak. Kondisi ini berdampak langsung pada operasional pembangkit listrik.
“Perlu tambahan energi untuk mendukung kawasan industri garam tahap awal,” ujar Koswara. Ia menilai kebutuhan energi harus segera dipenuhi.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk kepada media Senin, 6 April 2026 menjelaskan luas K-SIGN mencapai 10.000 hingga 13.000 hektar. Saat ini, 1.700 hektar sedang dalam tahap pengembangan.
Sebanyak 700 hektar akan mulai beroperasi pada April 2026. Sementara 1.000 hektar lainnya ditargetkan berjalan akhir tahun.
Pertumbuhan ekonomi Rote Ndao meningkat signifikan berkat proyek tersebut. Angka pertumbuhan naik dari empat persen menjadi 7,69 persen.
Namun, distribusi BBM sering terganggu akibat cuaca buruk. Pasokan dari Kupang kerap terhenti sehingga menghambat operasional.
“Masalah utama adalah distribusi BBM yang tidak stabil,” ujar Paulus Henuk. Ia berharap fasilitas penyimpanan atau jobber segera dibangun.
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung kebutuhan energi kawasan industri. Upaya ini diharapkan memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Radja)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....