Masyarakat Kabupaten Kupang Dihimbau Waspada Tanah Longsor
- 20 Feb 2026 07:33 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Wakapolsek Amarasi Ipda Adrianus Arifin, memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan pengguna jalan agar selalu waspada, terutama jika terjadi hujan yang berpotensi memicu longsor susulan. Hal itu disampaikan Wakapolsek Amarasi Ipda Adiranus Arifin melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik longsor di wilayah Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.
“Warga yang masih berada di sekitar titik longsor diminta untuk tidak mendekati area rawan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar Ipda Adrianus Arifin, dalam siaran pers diterima RRI, Jumat, 20 Februari 2026 di Kupang.
Menurutnya berdasarkan data terakhir, total korban terdampak longsor berjumlah 21 KK. Seluruh korban telah mendapatkan pelayanan kesehatan serta bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Pemerintah Kabupaten Kupang juga dilaporkan tengah melakukan survei lokasi untuk rencana pembangunan rumah bagi warga yang terdampak bencana,” katanya lagi.
Adapun titik pertama berada di ruas Jalan Muirfokou, RT 035/RW 016, Dusun IX, Desa Tunbaun. Longsor menyebabkan patahan jalan sepanjang kurang lebih 34,5 meter dengan lebar 4 meter. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan hanya kendaraan roda dua yang bisa melewati jalur tersebut dengan sangat hati-hati.
Titik kedua berada di Kampung Oet, RT 011 dan RT 012/RW 006, Dusun II, Desa Erbaun. Di lokasi ini, tercatat sebanyak 21 kepala keluarga (KK) terdampak bencana.
| Baca juga: Bupati Kupang Tinjau Lokasi Cetak Sawah Baru |
Sebanyak 16 KK telah lebih dahulu dievakuasi ke Gedung Gereja Ebenhaezer Noekaesmuti. Satu KK memilih mengungsi ke rumah keluarga di Desa Soba.
Sementara empat KK lainnya sebelumnya bertahan di lokasi untuk menjaga ternak, namun pada, Senin, 16 Februari 2026 lalu, akhirnya bersedia dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di Kampung Oemari setelah mendapat imbauan langsung dari Wakapolsek. Selain itu, beberapa tiang listrik dilaporkan roboh akibat pergeseran tanah sehingga aliran listrik di sekitar lokasi bencana mengalami pemadaman total.
Kondisi rumah warga di Kampung Oet juga dilaporkan mengalami kerusakan berat. Empat unit rumah rusak parah akibat tanah bergeser, sementara 17 rumah lainnya mengalami kerusakan pada tembok dan lantai yang terbelah. (VFZ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....