Umat Katolik Rote Ndao Kenang Wafat Yesus Kristus

  • 05 Apr 2026 16:07 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Ratusan umat Katolik Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT mengikuti Misa Jumat Agung di Gereja Santo Kristoforus kota Ba'a, Jumat, 3 April 2026. Misa berlangsung khidmat sebagai peringatan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus.

Perayaan Misa dipimpin Romo Dion Hesron, Pr, dengan suasana penuh penghayatan iman. Pembacaan Passio dibawakan tiga narator, yakni Simon Soni, Igem Thius, dan Fredi Sampang.

Sejak pagi, umat telah mengikuti rangkaian jalan salib di sekitar gereja. Kegiatan dilanjutkan ibadat sore sebagai penghormatan kepada Tuhan Yesus Kristus yang wafat di kayu salib.

Salah satu tradisi utama adalah penghormatan salib yang menjadi momen sentral. Umat maju satu per satu untuk mencium atau memberi hormat pada salib.

Dalam homilinya, Romo Dion menegaskan pentingnya memaknai salib secara mendalam. Ia mengingatkan umat agar tidak sekadar mengikuti tradisi tanpa perenungan iman.

"Apapun bentuk penghormatan kita terhadap salib, yang penting adalah merenungkan makna salib Yesus Kristus," ujarnya.

Ia menjelaskan salib merupakan tanda kemenangan dan keselamatan bagi umat Kristiani. Melalui salib, kejahatan dikalahkan dan manusia memperoleh penebusan dosa.

"Bagi orang yang tidak percaya, salib dianggap kebodohan, tetapi bagi kita tanda keselamatan," katanya.

Romo Dion juga menekankan iman harus disertai tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan umat untuk tidak hanya bergantung pada iman tanpa usaha.

"Iman itu penting, tetapi jangan membuat Tuhan bekerja untuk hal yang bisa kita siapkan," ujarnya.

Ia menggambarkan kehidupan manusia sebagai peziarahan penuh tantangan seperti jalan salib. Umat diajak meneladani kesetiaan dan cinta Yesus kepada kehendak Allah.

Menurutnya, kesetiaan dan cinta itu membawa Tuhan Yesus Kristus pada kemuliaan melalui kebangkitan. Pesan tersebut menjadi penguat iman umat dalam menghadapi kehidupan.

Menutup khotbahnya, Romo Dion mengajak umat memaknai Jumat Agung sebagai hari harapan. Ia menegaskan bahwa dari salib lahir terang kebangkitan yang membawa sukacita.

"Jumat Agung bukan hanya hari berduka, tetapi hari penuh harapan dan sukacita," katanya, mengakhiri. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....