Jalan Timor Raya Amblas, Sopir Travel Keluhkan Penurunan Pendapatan

  • 26 Mar 2026 12:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Ruas Jalan Timor Raya yang merupakan jalur utama penghubung Kota Kupang hingga perbatasan Timor Leste dilaporkan amblas pada Rabu pagi 25 Maret 2026. Peristiwa ini terjadi di depan Brigif Komodo Naibonat, Kabupaten Kupang, dan langsung berdampak pada aktivitas transportasi serta perekonomian masyarakat. Amblasnya badan jalan di titik tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Sejumlah kendaraan yang melintas terlihat harus memperlambat laju, bahkan beberapa pengemudi memilih berhenti sejenak untuk memastikan kondisi jalan aman dilalui. Tidak sedikit pula kendaraan yang terpaksa mencari jalur alternatif, meskipun harus menempuh jarak yang lebih jauh.

Ruas Jalan Timor Raya sendiri dikenal sebagai jalur strategis yang menghubungkan Kota Kupang dengan sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang hingga ke perbatasan Timor Leste. Jalur ini setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik yang membawa kebutuhan pokok masyarakat. Kondisi jalan yang amblas ini pun menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna jalan, terutama sopir angkutan umum dan travel yang sangat bergantung pada kelancaran akses tersebut. Salah satu sopir travel Rian yang ditemui RRI.CO.ID, di lokasi kejadian mengaku mengalami dampak langsung dari kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak membuat waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya. Hal ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga berdampak pada jumlah penumpang yang semakin berkurang karena masyarakat memilih menunda perjalanan.

“Kalau kondisi seperti ini, pendapatan pasti menurun dan tidak tahu sampai kapan. Penumpang juga jadi berkurang karena orang-orang takut atau memilih tidak bepergian dulu,” ucap Rian saat di temui RRI.CO.ID, Kamis 26 Maret 2026..

Ia menambahkan, sebagai sopir travel, dirinya sangat bergantung pada kondisi jalan yang baik agar bisa menjalankan aktivitas secara normal. Kerusakan jalan seperti ini membuat operasional menjadi tidak maksimal, bahkan berpotensi menimbulkan kerusakan pada kendaraan. Selain itu, para sopir juga harus ekstra berhati-hati saat melintas di lokasi amblas, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk. Minimnya penerangan dan kondisi jalan yang tidak rata meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kalau malam hari itu lebih berbahaya, karena tidak semua bagian jalan terlihat jelas. Kami harus benar-benar pelan-pelan,” tambahnya.

Tidak hanya sopir travel, masyarakat sekitar juga merasakan dampak dari kejadian ini. Aktivitas distribusi barang menjadi terhambat, sehingga berpotensi mempengaruhi harga kebutuhan pokok di sejumlah wilayah yang bergantung pada jalur tersebut. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menangani kerusakan ini. Mengingat Jalan Timor Raya merupakan akses vital, perbaikan jalan dinilai sangat mendesak agar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Sejumlah pengguna jalan juga mengusulkan agar pemerintah segera memasang rambu peringatan atau pengaman di sekitar lokasi jalan amblas, guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Hingga saat ini, kondisi jalan masih dalam keadaan rusak dan belum dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan secara berkala, terutama pada jalur-jalur utama yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi. Dengan perawatan yang baik, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang. Sementara itu, para sopir dan pengguna jalan hanya bisa berharap agar perbaikan segera dilakukan, sehingga aktivitas transportasi kembali lancar dan roda perekonomian masyarakat tidak terganggu lebih lama. (AI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....