Kemacetan Panjang Terjadi di Jalan Trans Timor Naibonat

  • 30 Mar 2026 19:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Jalan di sepanjang depan Kantor Bupati Kupang di Jalan Trans Timor Naibonat mengalami kemacetan panjang akibat antrean kendaraan yang melewati jalur alternatif yang dibuat BPJN NTT sebagai solusi sementara atas putusnya jembatan Asam Tiga akibat deformasi struktur. Tampak ratusan mobil kecil hingga kendaraan besar harus mengantre panjang untuk dapat melewati jalur tersebut dalam kondisi lalu lintas yang tersendat cukup parah.

Untuk melewati jalan alternatif tersebut, para pengendara membutuhkan waktu antrean sekitar satu jam lamanya terhitung sejak dari depan Kantor Sentra Efata Kementerian Sosial Republik Indonesia hingga berhasil melintasi jalur darurat yang telah disiapkan oleh pihak terkait. Situasi ini menyebabkan banyak pengendara merasa kelelahan dan terganggu aktivitasnya karena waktu tempuh yang biasanya singkat menjadi jauh lebih lama dari kondisi normal.

Peristiwa kemacetan tersebut terjadi pada pukul 17.45 hingga 20.45 WITA pada tanggal 30 Maret 2026, di mana volume kendaraan meningkat drastis terutama pada jam-jam sibuk menjelang malam hari. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya kapasitas jalan alternatif yang tidak mampu menampung lonjakan jumlah kendaraan secara bersamaan dalam waktu yang relatif singkat.

Panjangnya Kamacetan untuk Melewati Jalur Alternatif Asam Tiga Naibonat. (Foto. Ans Netu/RRI)

Gavriel, seorang pengemudi yang turut terjebak dalam antrean panjang tersebut, mengungkapkan kekecewaannya karena perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dengan cepat menjadi terhambat akibat kemacetan yang cukup parah. Ia menyampaikan bahwa kondisi ini disebabkan oleh masih dalam proses pekerjaan lanjutan untuk jalan alternatif yang dibuat, serta di ujung atas dekat brigif 21 komodo jalan hanya bisa dilalui 1 kendaraan hingga harus mengantri antara 2 arah .

Menurut Gavriel, pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret dengan mengubah jalur pergi dan pulang agar tidak menumpuk di jalur alternatif baru agar antrean kendaraan tidak berlangsung terlalu lama. Ia juga menambahkan bahwa pengaturan lalu lintas yang lebih baik sangat diperlukan untuk mengurangi dampak kemacetan di kawasan tersebut misalnya dari arah camplong bisa langsung belok kanan ke jalur nunkurus, sedangkan yang dari arah kupang bisa melalui jalur baru.

Sejumlah pengendara lainnya juga mengeluhkan hal yang sama karena harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan alternatif tersebut, bahkan ada yang terpaksa membatalkan rencana perjalanan akibat kondisi lalu lintas yang tidak memungkinkan dengan memutar balik arah. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar sebelum jalur alternatif tersebut lancar ada baiknya dibagi menjadi 2 arah dan melewati jalur berbeda,

Dengan kondisi yang terjadi saat ini, masyarakat berharap adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan instansi terkait dalam hal ini BPJN NTT untuk menangani permasalahan tersebut yang berdampak langsung pada mobilitas warga dan angkutan lintas kabupaten. Penanganan yang cepat dan tepat diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta mengembalikan kelancaran arus lalu lintas di Jalan Trans Timor Naibonat. (AN)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....