Kupang Perkuat Status Kota Toleran Nasional
- 23 Mar 2026 09:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Pemerintah Kota Kota Kupang menegaskan komitmennya menjaga kerukunan antarumat beragama melalui pelaksanaan Pawai Kupang Bertakbir Season 3 yang diikuti sekitar 5.000 peserta. Kegiatan ini dinilai bukan hanya sebagai perayaan Idulfitri, tetapi juga sebagai strategi sosial memperkuat reputasi Kupang sebagai kota toleran di tingkat nasional.
Wali Kota Christian Widodo menyatakan bahwa kegiatan takbiran menjadi ruang publik yang mempertemukan masyarakat lintas agama dalam suasana damai dan saling menghormati. Menurutnya, harmoni sosial yang terbangun selama kegiatan merupakan indikator nyata praktik toleransi yang selama ini menjadi ciri khas Kota Kupang.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komunitas lintas iman turut berpartisipasi, termasuk penampilan paduan suara dari Gereja St. Fransiskus Asisi Kolhua yang membawakan lagu bernuansa Islami. Partisipasi tersebut memperkuat pesan bahwa perayaan keagamaan dapat menjadi ruang dialog dan kolaborasi, bukan sekadar seremoni internal satu komunitas.
Ketua Panitia Hari Besar Islam Kota Kupang, Bustaman, menyebut tema “Kasih di Hari yang Fitri” dipilih untuk menegaskan bahwa Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan spiritual, tetapi juga momentum mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
| Baca juga: Cetak Sawah Baru Buka Harapan Petani Kupang |
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, sebelumnya telah melepas peserta pawai sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap kegiatan keagamaan yang berdampak positif pada stabilitas sosial dan keamanan daerah.
Selain pawai kendaraan hias dan lantunan takbir, panitia juga membagikan bingkisan Idulfitri ke sejumlah gereja yang dilalui rute pawai. Langkah ini dinilai sebagai simbol konkret dari praktik toleransi, bukan hanya dalam retorika, tetapi juga dalam tindakan nyata di ruang publik.
Pemerintah Kota Kupang berharap model kolaborasi lintas agama dalam kegiatan keagamaan ini dapat terus dipertahankan dan menjadi referensi bagi daerah lain dalam membangun kohesi sosial, sekaligus mempertahankan posisi Kupang dalam jajaran kota dengan indeks toleransi tinggi di Indonesia. (As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....