Nyepi Kupang Tegaskan Harmoni Kebangsaan

  • 23 Mar 2026 07:55 WIB
  •  Kupang

RRI CO.ID,Kupang – Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 di Kota Kupang berlangsung khidmat sekaligus menegaskan pesan kuat tentang toleransi dan harmoni dalam keberagaman. Rangkaian kegiatan yang digelar tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan umat Hindu, tetapi juga diwarnai aksi sosial lintas iman.

Ketua Panitia, I Wayan Gede Astawa, menyampaikan bahwa tema perayaan tahun ini, “Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju,” menjadi landasan seluruh kegiatan yang dilaksanakan.

Ketua Panitia, I Wayan GedI Ge Astawa

Menurutnya, berbagai agenda seperti bakti sosial, donor darah, hingga pembagian takjil dan buka puasa bersama menunjukkan kuatnya semangat persaudaraan antarumat beragama di Kota Kupang.

Rangkaian ritual keagamaan seperti Melasti, Tawur Kesanga, dan pawai ogoh-ogoh juga tetap dilaksanakan sebagai bagian dari tradisi sakral menyambut Nyepi.

Mewakili Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, I Gusti Ngurah Suarnawa menjelaskan bahwa setiap tahapan ritual bertujuan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam serta membersihkan diri dari energi negatif.

Wakil Ketua PHDI Kota Kupang -I Gusti Ngurah Suarnawa

“Ogoh-ogoh melambangkan sifat-sifat buruk manusia yang harus dimusnahkan sebelum memasuki Nyepi,” ujarnya.

Umat Hindu selanjutnya menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam sebagai bentuk refleksi diri dan penyucian lahir batin.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan bahwa nilai keimanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memperkuat solidaritas sosial.

Ia menilai kegiatan lintas iman yang digelar selama rangkaian Nyepi menjadi bukti bahwa Kota Kupang mampu menjaga keseimbangan dalam keberagaman.

“Harmoni itu bukan keseragaman, tetapi keseimbangan. Perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun kota yang toleran dan inklusif,” kata Christian Widodo.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelepasan pawai ogoh-ogoh oleh Wali Kota Kupang yang disertai pemukulan gong sebagai simbol dimulainya arak-arakan.

Perayaan Nyepi tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga memperkuat citra Kupang sebagai kota yang konsisten menjaga nilai toleransi, kedamaian, dan persatuan di tengah masyarakat majemuk.(As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....