Mutiara Pagi Katolik: Tetap Setia saat Ditolak

  • 18 Mar 2026 23:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Rote Ndao - Penolakan dalam hidup dinilai bukan akhir dari panggilan iman, melainkan bagian dari proses pemurnian batin. Hal itu disampaikan dalam Mutiara Pagi Katolik Pro 1 RRI Rote, Senin, 9 Maret 2026.

Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Rote Ndao, Damianus Obenu, S.Pd., menjelaskan renungan pagi itu diambil dari Injil Lukas 4:24-30. Menurutnya, bagian sabda tersebut menggambarkan Yesus yang ditolak di kampung halamannya sendiri.

“Seorang nabi tidak dihargai di tempat asalnya,” katanya. Ia menyebut kalimat itu menjadi pusat renungan yang mengajak umat memahami arti kesetiaan.

Menurut dia, banyak orang mengalami penolakan saat berusaha hidup benar atau melakukan hal baik. Situasi itu sering memunculkan rasa kecewa ketika niat baik disalahpahami.

Ia mengatakan kesetiaan kepada panggilan tidak boleh bergantung pada penerimaan manusia. Penolakan justru dapat menjadi tanda bahwa seseorang sedang bertahan dalam nilai yang benar.

“Penolakan bukan tanda kegagalan, kadang itu justru tanda kesetiaan,” ujarnya. Ia menegaskan Tuhan meminta umat tetap setia meski tidak selalu dihargai.

Damianus mengingatkan agar umat tidak membalas kebencian dengan kebencian. Menurutnya, sikap tenang dan ikhlas menjadi cara menjaga hati tetap terbuka.

Ia juga mengajak umat belajar mendoakan orang yang menolak atau menyakiti. Sikap itu dinilai sebagai bentuk nyata menghidupi ajaran kasih dalam kehidupan sehari-hari.

“Doakan mereka yang selalu menyakiti kita dengan cara mereka sendiri,” ucapnya. Ia menambahkan kesetiaan kecil setiap hari lebih berharga daripada pengakuan besar sesaat. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....