Bank Quality Control, Kunci Utama UMKM NTT Menembus Pasar Modern
- 10 Mar 2026 09:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkenalkan inovasi strategis bernama "Bank Quality Control" sebagai sistem pengendalian teknis untuk menjamin kualitas produk UMKM agar tetap stabil setelah melewati masa pelatihan. Kehadiran sistem ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap produk pangan lokal yang dihasilkan oleh pelaku usaha memiliki standar rasa, tekstur, serta keamanan pangan yang konsisten dari waktu ke waktu.
Mathias M. Beeh, S.St.Par., M.M, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT di Pro 1 RRI Kupang menjelaskan bahwa masalah utama yang sering dihadapi oleh pelaku usaha kecil adalah terjadinya penurunan kualitas produk saat permintaan pasar mulai meningkat dalam jumlah yang besar secara mendadak. Melalui mekanisme "Bank Quality Control", pemerintah daerah akan melakukan pengawasan secara berkala terhadap proses produksi guna memastikan bahwa setiap batch produk yang dipasarkan tetap memenuhi kriteria standar kualitas yang ketat.
“Sistem Bank Quality Control ini bukan sekadar nama saja, melainkan upaya nyata kami untuk menjaga agar rasa dan keamanan produk UMKM tidak turun meskipun diproduksi secara massal untuk kebutuhan pasar modern,” kata Mathias. Dengan adanya pengawasan mutu yang terintegrasi ini, konsumen di tingkat nasional tidak perlu merasa ragu terhadap orisinalitas serta kualitas kesehatan dari produk-produk kreatif asal bumi Flobamora.
Penerapan strategi ini, menurut Mathias, akan diawali dari wilayah Lelogama dengan fokus utama pada produk unggulan kopi dan sambal yang memiliki potensi besar untuk dipasarkan melalui jaringan gerai NTT Mart di seluruh kabupaten. “Petugas teknis akan memberikan pendampingan intensif agar para pelaku usaha memahami cara mempertahankan standar operasional prosedur dalam setiap tahap pengolahan bahan baku hingga menjadi produk jadi yang siap edar,” ujarnya.
| Baca juga: Sumba Barat Gelar Konser Doa Satu Juta |
Sistem ini juga berfungsi sebagai pangkalan data bagi pemerintah untuk memetakan UMKM mana saja yang telah berhasil mempertahankan konsistensi mutunya sehingga mereka layak mendapatkan akses permodalan yang lebih luas serta dukungan promosi internasional. Transparansi dalam proses penilaian kualitas melalui "Bank Quality Control" diharapkan mampu memacu semangat kompetisi positif di antara para pelaku usaha lokal untuk selalu memberikan hasil karya yang terbaik bagi pelanggan.
Sementara, aspek ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan serta standar kehalalan proses produksi menjadi variabel penting yang akan selalu dipantau oleh tim penjamin mutu dalam sistem pengendalian teknis yang komprehensif ini. “Jika ditemukan adanya penurunan standar kualitas, maka pemerintah akan segera memberikan intervensi berupa pelatihan ulang agar pelaku usaha tersebut dapat segera memperbaiki kesalahan teknis yang terjadi dalam proses produksi hariannya,” katanya.
Keberhasilan program "Bank Quality Control" diyakini akan memperkuat posisi tawar produk-produk Nusa Tenggara Timur di mata para kurator pangan nasional yang sangat mengutamakan aspek keamanan serta keaslian rasa tradisional. Inovasi ini menjadi jembatan bagi para pengrajin di pelosok desa untuk naik kelas dan membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menciptakan produk kuliner yang memiliki daya saing tinggi di kancah global. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....