Kekuatan Kolektif Musisi NTT: Bangun Ekosistem Kolaboratif Perkuat Posisi Tawar

  • 09 Mar 2026 13:13 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Muhammad Dwiki D. Sastrawidjaja atau yang lebih dikenal Dwiki Dharmawan, musisi, pencipta dan komposer lagu Indonesia menegaskan bahwa para musisi lokal di Nusa Tenggara Timur harus mulai meninggalkan mentalitas persaingan yang tidak sehat dan beralih pada semangat kolaborasi untuk membangun ekosistem musik yang lebih tangguh. Membentuk komunitas atau kolektif musik menjadi langkah strategis yang sangat diperlukan agar para pelaku seni dapat saling berbagi pengetahuan teknis mengenai tata cara mendistribusikan karya melalui platform digital secara profesional.

Dwiki mengatakan melalui kekuatan kolektif, para musisi dapat saling membantu dalam memahami mekanisme pendaftaran lagu ke pihak Aggregator internasional guna memastikan karya mereka tersedia di berbagai layanan pengaliran musik di seluruh dunia secara legal. Pengetahuan bersama mengenai cara mengurus Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI juga menjadi benteng pertahanan bagi musisi daerah agar karya orisinal mereka tidak mudah dicuri atau diklaim secara sepihak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri karena dengan membentuk komunitas yang solid, posisi tawar musisi daerah akan menjadi jauh lebih kuat saat harus bernegosiasi dengan promotor besar maupun label rekaman nasional,” kata Dwiki pada RRI Kupang Senin, 9 Maret 2026. Semangat saling mendukung ini diharapkan mampu menciptakan iklim kreatif yang lebih sehat di mana setiap musisi lokal merasa memiliki ruang yang setara untuk berkembang dan meraih kesuksesan di kancah industri yang lebih luas.

Komunitas musik lokal juga berperan penting sebagai wadah edukasi bagi para pendatang baru untuk mempelajari manajemen karir serta cara mengelola hak ekonomi yang berasal dari royalti pemutaran lagu di berbagai platform digital. “Dengan berbagi sumber daya dan informasi, musisi di wilayah Nusa Tenggara Timur tidak lagi tertinggal dalam aspek administratif yang seringkali menjadi penghambat utama dalam menembus pasar musik di kota-kota besar seperti Jakarta,” tambahnya.

Selain berbagi pengetahuan teknis, Dwiki menegaskan kolaborasi antar musisi juga dapat diwujudkan melalui proyek karya bersama yang menggabungkan berbagai genre musik berbeda untuk menciptakan warna baru yang lebih segar bagi telinga para pendengar musik tanah air. Inovasi karya yang lahir dari semangat kebersamaan ini diyakini mampu menarik perhatian para kurator musik internasional yang selalu mencari keunikan dan otentisitas dari setiap musisi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah daerah diharapkan dapat turut serta mendukung ekosistem kolaboratif ini dengan menyediakan fasilitas ruang kreatif yang dapat digunakan oleh komunitas musik sebagai pusat kegiatan belajar serta tempat berdiskusi mengenai strategi pengembangan industri kreatif lokal. Dukungan fasilitas yang memadai akan mempercepat proses transfer pengetahuan di antara musisi senior dan musisi muda sehingga regenerasi talenta musik di NTT dapat berjalan secara berkelanjutan dan berkualitas tinggi.

Menurut Dwiki, ketangguhan musisi daerah dalam menghadapi tantangan industri musik global sangat bergantung pada seberapa kuat mereka mampu menyatukan visi dan misi dalam sebuah wadah organisasi yang profesional serta memiliki integritas yang tinggi dalam berkarya. Semangat kolektif ini bukan hanya tentang memproduksi lagu semata, melainkan tentang membangun fondasi ekonomi kreatif yang mandiri dan mampu memberikan kesejahteraan jangka panjang bagi seluruh pelaku seni yang terlibat di dalamnya.

“Kemenangan sejati dalam industri musik bukanlah saat kita berhasil mengalahkan rekan sejawat, melainkan saat karya-karya anak daerah mampu memberikan dampak positif serta menginspirasi jutaan pendengar di seluruh penjuru dunia secara luas,” ujarnya. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....