Gebrakan Menteri KKP di NTT: Kampung Nelayan hingga janji Perbaikan Infrastruktur

  • 02 Mar 2026 12:57 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 25 Februari 2026, dengan meninjau langsung potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Kupang. Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) serta rencana pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Noelbaki guna meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Setelah menempuh perjalanan laut dari Sulamu menuju Kupang, Menteri Trenggono bersama Bupati Kupang, Yosef Lede, tiba di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Rombongan disambut Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, untuk menggelar pertemuan strategis membahas pembangunan sektor kelautan dan perikanan di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap NTT, khususnya melalui proyek strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih di Sulamu, Kabupaten Kupang. Ia menilai proyek tersebut berpotensi membuka lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan.

“Tahun 2025 tingkat kemiskinan NTT turun dari 19,02 persen menjadi 17,50 persen. Dengan adanya proyek ini, saya yakin tingkat kemiskinan di NTT akan turun dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” ujarnya.

Selain perikanan tangkap, NTT juga memiliki potensi besar pada komoditas rumput laut dan garam. Menteri KKP bahkan menjanjikan akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memperhatikan infrastruktur di Sulamu, termasuk perbaikan jalan dan penyediaan air bersih.

Menteri Trenggono menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun wilayah pesisir dan desa nelayan. “Dari swasembada pangan hingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, kiranya mampu memberi kontribusi ekonomi bagi masyarakat, terkhususnya di wilayah pesisir. Jika pihak swasta tidak segera hadir maka pemerintah akan hadir,” katanya.

Ia menambahkan, potensi tambak udang, produksi garam, dan rumput laut di Kabupaten Kupang sangat menjanjikan dan akan segera dikerjakan, terutama yang berkaitan dengan tambak garam. Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan wilayah pesisir dan perdesaan sebagai prioritas nasional.

Pemerintah berkomitmen memperkuat ekonomi dari pinggiran agar pertumbuhan tidak hanya terpusat di kota. Secara nasional, Indonesia memiliki 84.276 desa, di mana 12.968 merupakan desa pesisir dan 2.910 desa nelayan.

Penataan dan penguatan desa-desa tersebut menjadi bagian penting dari strategi pembangunan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yosef Lede mengusulkan pembangunan TPI di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang. Menurutnya, hingga kini nelayan Kupang masih bergantung pada TPI di Kota Kupang, sehingga menyulitkan distribusi hasil tangkap dari lima wilayah di kabupaten tersebut.

“Kami sudah siapkan lahan dan sudah 2 kali kami ajukan proposal. Potensi kami cukup bagus soal ikan. Rencana pembangunan TPI lahannya sudah disiapkan di desa Noelbaki. Semoga ini bisa menjadi atensi bagi Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menolong kami agar ada TPI di wilayah kami,” ujarnya. Selain itu, Yosef juga menyoroti potensi garam dan rumput laut di wilayahnya, termasuk di Semau, yang dinilai memiliki kualitas tinggi dan perlu dukungan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan provinsi.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPD RI, Forkopimda Provinsi NTT, para bupati se-NTT, Wali Kota Kupang, pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT, perwakilan PT Garam, serta insan pers. Pemerintah daerah berharap langkah konkret dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan nelayan dan penguatan ekonomi pesisir di Kabupaten Kupang. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....