"Rumah Bahagia" Fasilitas Bagi Korban PPA dan PPO

  • 04 Feb 2026 17:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan,  penanganan korban maupun pelaku PPA dan PPO juga akan terintegrasi dengan fasilitas “Rumah Bahagia”, yang dalam waktu dekat akan diresmikan.

Hal itu disampaikan Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko saat menghadiri acara Syukuran Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTT, yang digelar, Rabu, 4 Februari 2026 di Mapolda NTT.

“Rumah Bahagia ini akan diawaki para konselor dari Bagian Psikologi Biro SDM, Bhayangkari, serta Polwan yang telah tersertifikasi. Nantinya akan menjadi tempat kolaborasi antara Ditres PPA-PPO dan Rumah Bahagia, khususnya untuk trauma healing dan kesiapan mental korban,” ujar Kapolda.

Kapolda menekankan bahwa penanganan kasus PPA dan PPO tidak bisa dilakukan sendiri oleh Polri. Ia meminta jajaran Ditres PPA-PPO untuk segera menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, LSM, maupun penggiat kemanusiaan lainnya.

“PPO ini sudah menjadi sorotan nasional di NTT dan berlangsung bertahun-tahun. Tidak mungkin kita kerjakan sendiri. Silahkan susun strategi, lakukan pendekatan preemtif dan preventif selain represif, serta libatkan seluruh stakeholder,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H selaku Direktur PPA dan PPO Polda NTT. Menurutnya, dari sekian banyak perwira Polri, hanya 11 orang yang dipercaya menjabat sebagai Direktur PPA-PPO, dan Kombes Pol. Nova merupakan salah satunya dengan rekam jejak kepemimpinan yang mumpuni.

“Saya perintahkan seluruh anggota yang telah ditunjuk agar benar-benar mendukung Ibu Direktur. Ingat, bertugas di PPA dan PPO lebih condong pada nilai-nilai kemanusiaan daripada sekadar penegakan hukum. Laksanakan tugas dengan berbuat kebaikan dan menolong sesama,” kata Kapolda.

Acara syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolda NTT yang didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H. Tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Direktur PPA dan PPO Polda NTT Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H sebagai simbol harapan dan komitmen bersama.

Dengan terbentuknya Direktorat PPA dan PPO, Polda NTT berharap penanganan kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang dapat dilakukan secara lebih terpadu, humanis, dan berkelanjutan demi mewujudkan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. (VFZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....