Penyakit TBC,Gejala dan Cara Penanganannya
- 14 Sep 2024 22:33 WIB
- Ende
KBRN,Ende : Fakta menunjukkan, Indonesia menempati peringkat ketiga dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia, setelah India dan China. Selain itu, masih terdapat masyarakat yang mempercayai mitos seputar TB. Oleh karena itu, untuk mengantisipasinya, mari pahami beberapa informasi seputar TB.
Kondisi yang disebut dengan TB paru ini harus ditangani segera jika tidak ingin berakibat fatal. Pasalnya, bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menginfeksi organ tubuh lainnya, seperti ginjal, kelenjar getah bening, selaput otak tulang, dan sendi.
Ketika tuberkulosis sudah menginfeksi bagian tubuh lainnya, maka kondisi ini disebut dengan TB ekstra paru. Infeksi penyakit tuberkulosis mulai meningkat pada tahun 1985, sebagian karena munculnya HIV, virus penyebab AIDS. HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga penderitanya tidak dapat melawan kuman TBC.
Lantas, apakah TB menular? Ya, TB adalah salah satu penyakit menular yang perlu Anda waspadai. Menurut data dari WHO, pada tahun 2020 sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TB.
Gejala utamanya adalah batuk terus-menerus (berdahak maupun tidak berdahak).
Gejala lainnya adalah demam dan meriang dalam jangka waktu yang panjang; sesak nafas dan nyeri dada; berat badan menurun; ketika batuk terkadang dahak bercampur darah; nafsu makan menurun; dan, berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan.Kuman penyebab virus tuberkulosis bersifat khusus dan perkembangannya lambat dibandingkan penyakit lain.
Meski berisiko fatal, namun TBC adalah penyakit yang masih bisa disembuhkan asalkan melalui penanganan secara tepat. Biasanya, dokter akan menganjurkan pengidap TB paru untuk mengonsumsi obat selama 6-12 bulan.
Obat TB paru umumnya mengandung jenis antituberkulosis, yaitu antibiotik yang khusus digunakan untuk mematikan infeksi bakteri TB. Pengobatannya sendiri terdiri dari 2 tahap yaitu intensif dan lanjutan.
Berikut beberapa obat TBC paru yang digunakan pada tahap pengobatan pertama, Pyrazinamide, Isoniazid, Streptomisin, Rifampin dan Ethambutol.
Pengobatan berlangsung selama 6-8 bulan yang terbagi dalam 2 tahap. Pada tahap awal (intensif), obat diminum setiap hari selama 2 atau 3 bulan. Kemudian pada tahap akhir, obat diminum 3 kali seminggu selama 4 atau 5 bulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....