Manfaat Tanaman Letup-Letup Kelambu untuk Kesehatan

  • 01 Sep 2024 21:25 WIB
  •  Ranai

KBRN,Natuna: Jika Anda tinggal di pedesaan atau tempat tinggal Anda di daerah semak-semak, pasti tidak asing lagi dengan tanaman letup-letup kelambu. Tanaman bernama Latin Passiflora feotida yang tumbuhnya di semak-semak ini mempunyai ciri khas yaitu buahnya hijau jika masih muda, akan menguning jika sudah tua dan diselimuti kelambu yang baunya agak kurang sedap, akan tetapi khasiatnya luar biasa untuk kesehatan tubuh kita jika dikonsumsi dengan benar.

Tanaman letup-letup kelambu ini sering dijumpai di kawasan perkebunan dan rawa-rawa dan tumbuh secara menjalar, buahnya meletup jika di tekan, rasanya manis jika sudah menguning dan di dalamnya ada biji-bijian seperti selasih.

Tanaman Letup- Letup Kelambu yang buahnya masih muda. (Foto: Dok. Elmi-RRI Ranai).

Buah letup-letup kelambu dapat mengurangi diare, karena buah ini mengandung komponen anti diarrhoel yang membantu mengurangi masalah pencernaan karena bersifat antibakteri. Selain itu daun dan buah letup-letup sering digunakan untuk mengatasi penyakit kulit. Sebuah penelitian menyebutkan ekstrak daun dan pohon letup-letup ini mengandung anti bakteri aktif, juga berpotensi mengurangi kemurungan karena menurut Internasional Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences mengatakan ekstrak daun dan pohon letup-letup berpotensi sebagai anti murung yang baik, serta membantu dalam mengurangi tanda keresahan. Letup-letup kelambu juga kaya akan antioksidan karena antioksidan sangat penting dalam tubuh untuk melindungi tubuh dari radikal-radikal bebas sehingga kita bebas dari berbagai penyakit.

Tanaman letup-letup kelambu tumbuh di semak-semak. (Foto: Dok. Elmi-RRI Ranai).

Tanaman letup-letup kelambu ini sering dianggap sebagai hama bagi para petani, sehingga sering dibuang dan ditebas begitu saja. Tapi setelah tahu manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita, mulai sekarang Anda bisa memeliharanya dengan sebaik mungkin dan mengonsumsinya sesuai dengan kebutuhan tubuh, tidak boleh berlebih atau kurang, sebaiknya konsultasi terlebih dulu dengan ahlinya sebelum Anda mengonsumsinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....