Memahami Preeclampsia dan Dampaknya Pada Masa Kehamilan
- 03 Jun 2024 08:58 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Preeclampsia, atau disebut preeklamsia, merupakan salah satu hal yang patut diwaspadai sebagai bahaya tersembunyi yang mungkin dialami oleh ibu hamil. Dilansir dari laman National Library of Medicine, preeklamsia merupakan kelainan kehamilan dengan hipertensi yang sering terjadi pada usia kehamilan diatas 20 minggu.
Dalam kesempatan pada program Jaga Malam Pro 2 Jember Jumat (31/5/2024), Aisyah dan Atiiq anggota CIMSA Unej membagikan edukasi seputar preeklamsia. Mereka menyampaikan bahwa hal ini juga perlu menjadi perhatian masyarakat umum. Disebutkan bahwa penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan anak selama proses kehamilan. Secara global, terdapat sekitar 76 ribu ibu hamil dan 500 ribu meninggal dunia setiap tahun akibat kelainan ini.
Untuk itu, masyarakat umum –utamanya ibu hamil– perlu mengetahui gejala yang ada. “Gejala tersebut diantaranya sakit kepala saat kehamilan, tekanan darah yang tinggi, serta keluarnya protein pada urin,” ujar Aisyah.
Atiiq menambahkan bahwa tekanan darah dan cek protein perlu dilakukan pengukuran terlebih dahulu. Apabila gejala tersebut sudah terbukti, maka ia menyarankan untuk segera ke dokter spesialis kandungan untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut. Penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya obesitas yang dialami oleh ibu, serta kehamilan saat usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun. Mereka sepakat bahwa preeklamsia akan mendatangkan komplikasi yang luar biasa –bahkan kematian– apabila diabaikan terus menerus.
Oleh karena itu, edukasi pada orang-orang disekitarnya perlu dilakukan, misalnya pada suami, orang tua, tetangga, teman dekat, dll. Perlunya perencanaan yang matang sebelum proses kehamilan dan skrining rutin kehamilan juga dapat membantu menurunkan risiko preeklamsia.
Gaya hidup yang bersih dan sehat juga punya peranan penting dalam mencegah penyakit membahayakan ini. “Semakin dini diketahui, semakin kecil pula risiko penyakit ini bisa terjangkit,” ujar anggota CIMSA mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....