Kenali Penyebab dan Penanganan Epilepsi
- 03 Mei 2024 17:21 WIB
- Malang
KBRN, Malang :Epilepsi adalah kejang berulang pada sebagian atau seluruh tubuh akibat gangguan pada pola aktivitas listrik di otak. Kejang pada penderita epilepsi terbagi menjadi dua, yaitu kejang total dan kejang parsial.
“Anggapan masyarakat yang belum mengenal penyakit ini epilepsi adalah penyakit turunan. Padahal hal itu tidaklah benar. Banyak pasien penyandang epilepsi diakibatkan karena truma kepala yang kemudian dalam 5-10 tahun baru mengalami epilespsi, atau infeksi di otak, yang komplikasinya adalah terjadinya epilepsi. Jadi faktor genetik bukanlah satu-satunya penyebab dari epilepsi,” ujar dr. Shinta Kusumawati,SPn Dokter Spesialis Neurologi Dan Member Komunitas Prowomen dalam siaran Malang Siang Ini, jum’at (03/05/2024)
Epilepsi dapat terjadi oleh siapa saja. Penyakit ini bisa menyerang orang dari berbagai usia dan semua jenis kelamin.
“Epilepsi bisa terjadi pada anak-anak ataupun dewasa, laki-laki atapun perempuan. Biasanya baru bisa diketahui saat kejang pertama dan terjadi berulang dalam 1x24 jam,” imbuhnya.
Kejang berulang merupakan gejala utama epilepsi. Kejang ini akan bervariasi dan bergantung pada bagian otak yang terganggu pertama kali dan seberapa jauh gangguan tersebut terjadi.
“Pasien epilepsi partial akan menyadari saat akan mengalami kejang. Biasanya akan ada bagian tubuh yang bergerak, atau bisa jadi lemas separo badan, nyeri kepala, pegal- pegal. Ciri-ciri epilepsi lainnya adalah hilangnya kesadaran selama beberapa detik, menggerak-gerakkan bibir, mengedip-ngedipkan mata, serta pandangan kosong.” tambahnya.
Saat pemeriksaan pasien epilepsi, Dokter akan menanyakan tentang gejala selama terjadi bangkitan atau kejang.
“Pengobatan epilepsi didasarkan pada informasi pemeriksaan seputar tipe epilepsi, usia pasien, model kejangnya bagaimana, dan penyebabnya apa. Selanjutnya dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan faktor penyebab tersebut,”ungkapnya.
Epilepsi bukanlah penyakit menular. Epilepsi dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan mengkonsumsi obat secara terus menerus dan teratur.
“Penyakit ini bukanlah penyakit infeksius dan menular. Kita menyentuh atau memegang pasien epilepsi tidak akan menyebabkan penularan. Jadi anggapan masyarakat terhadap epilepsi itu menular adalah tidak benar,” pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....