7 Kesalahan Menggunakan Hair Serum yang Perlu Dihindari

  • 31 Des 2025 12:33 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Hair serum kini menjadi salah satu produk perawatan rambut yang banyak digunakan. Fungsinya beragam, mulai dari menambah kilau rambut, mengatasi rambut mengembang, hingga melindungi rambut dari kerusakan. Namun, masih banyak orang yang belum menggunakan hair serum dengan cara yang tepat.

Padahal, jika diaplikasikan dengan benar, hair serum bisa membantu rambut menjadi lebih halus, kuat, dan menjaga kesehatan rambut. Sebaliknya, kesalahan kecil seperti memilih produk yang tidak sesuai atau cara pemakaian yang keliru justru membuat manfaatnya tidak terasa. Jika serum rambut Anda terasa “tidak bekerja”, bisa jadi masalahnya bukan pada produknya, melainkan cara penggunaannya.

Dilansir dari Healthshots, berikut tujuh kesalahan umum dalam menggunakan hair serum yang sebaiknya dihindari:

1. Salah memilih serum sesuai jenis rambut

Setiap jenis rambut membutuhkan kandungan serum yang berbeda. Kesalahan memilih produk sering menjadi penyebab utama hasil yang tidak maksimal. Rambut kering sebaiknya menggunakan serum bernutrisi dengan kandungan argan oil atau shea butter. Penelitian dalam Journal of Cosmetics Dermatological Sciences and Applications menyebutkan bahwa argan oil dapat mengurangi kerusakan dan kehilangan protein pada rambut yang diwarnai. Rambut keriting cocok dengan serum berbahan minyak kelapa atau gliserin yang membantu menjaga bentuk ikal tanpa membuat rambut terasa berat. Rambut mengembang (frizzy) lebih efektif menggunakan serum anti-frizz yang mengandung silikon seperti dimethicone atau cyclomethicone untuk menghaluskan rambut.

2. Menggunakan serum terlalu banyak atau terlalu sedikit

Pemakaian serum berlebihan dapat membuat rambut lepek dan berminyak, sementara jumlah yang terlalu sedikit tidak akan memberi efek berarti. Dokter kulit Dr. Shareefa Chause menyarankan penggunaan sebesar biji kacang polong untuk rambut pendek, dan sedikit lebih banyak untuk rambut sedang hingga panjang. Tujuannya hanya melapisi rambut secara tipis, bukan membasahinya.

3. Tidak konsisten dalam pemakaian

Hair serum tidak bekerja secara instan untuk masalah jangka panjang seperti rambut kering atau mudah patah. Pemakaian yang tidak rutin membuat hasilnya kurang terlihat. Konsistensi membantu membentuk lapisan pelindung pada rambut sehingga kilau dan kekuatannya meningkat dari waktu ke waktu.

4. Menggosok serum terlalu keras

Banyak orang menggosok serum kuat-kuat di telapak tangan, sehingga sebagian besar produk justru terserap ke kulit tangan. Sebaiknya serum dihangatkan secara lembut, lalu diaplikasikan dengan usapan searah pada batang rambut, terutama bagian tengah hingga ujung, agar merata.

5. Mengaplikasikan serum pada rambut yang benar-benar kering

Serum paling efektif digunakan saat rambut dalam kondisi sedikit lembap. Rambut lembap membantu serum menyebar lebih merata dan menyerap lebih baik. Penggunaan pada rambut kering sering kali hanya memberi efek kilau di permukaan tanpa nutrisi yang maksimal.

6. Terlalu sering menggunakan serum

Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan penumpukan produk, membuat rambut tampak kusam, bahkan berpotensi menyumbat folikel rambut. Idealnya, serum digunakan 2–3 kali seminggu atau setiap selesai keramas, tergantung kebutuhan rambut.

7. Mengoleskan serum ke kulit kepala dan mengabaikan ujung rambut

Hair serum ditujukan untuk batang dan ujung rambut, bukan kulit kepala. Pemakaian di kulit kepala dapat membuat rambut cepat berminyak, sementara ujung rambut yang justru paling kering menjadi tidak terlindungi. Fokuskan serum pada bagian bawah rambut, tempat kerusakan sering terjadi.

Dengan memahami cara penggunaan yang tepat dan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, hair serum dapat bekerja lebih optimal dan membantu menjaga rambut tetap sehat, halus, dan berkilau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....