Protein Hewani: Kunci Emas Pertumbuhan Optimal Anak

  • 10 Nov 2025 13:16 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Pemenuhan gizi yang optimal merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang anak, dan di antara semua nutrisi, protein hewani memegang peranan vital yang tidak tergantikan. Para ahli gizi dan kesehatan anak semakin gencar menyuarakan pentingnya sumber protein dari hewan seperti daging, ikan, telur, dan susu dalam menu harian si kecil.

Protein hewani diakui sebagai "protein lengkap" karena mengandung seluruh sembilan jenis asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh anak sendiri. Asam amino inilah yang menjadi "bahan bakar" utama bagi setiap proses tumbuh kembang, mulai dari pembentukan sel-sel baru, perbaikan jaringan tubuh yang rusak, hingga perkembangan otot yang kuat.

Salah satu manfaat terbesar yang ditawarkan protein hewani adalah perannya yang sangat efektif dalam mencegah stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Asam amino esensial dari sumber hewani memicu "saklar pertumbuhan" pada tubuh anak, memastikan laju perkembangan fisik dan penambahan tinggi badan berjalan sesuai potensinya.

Lebih dari sekadar fisik, protein hewani juga memainkan peran krusial dalam menunjang perkembangan otak dan fungsi kognitif. Sumber makanan ini kaya akan mikronutrien penting seperti vitamin B12, DHA, zat besi, dan zink. Vitamin B12, misalnya, sangat vital untuk menjaga kesehatan saraf dan otak serta pembentukan sel darah merah, sementara DHA dikenal sebagai nutrisi penting untuk kecerdasan. Zat besi berperan penting dalam mengangkut oksigen ke otak dan seluruh tubuh, sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak agar tidak mudah terserang penyakit.

Dengan segala keunggulannya, protein hewani menjadi investasi gizi terbaik bagi orang tua. Memasukkan telur, ikan kembung, daging ayam, atau hati sapi secara rutin dalam menu makanan pendamping ASI (MPASI) atau makanan sehari-hari anak adalah langkah nyata dalam memastikan mereka tumbuh cerdas, sehat, dan terhindar dari risiko gagal tumbuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....