Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Gondongan
- 22 Feb 2025 19:23 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Infeksi ini menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar yang memproduksi air liur, sehingga memicu pembengkakan pada pipi dan rahang. Penyebaran virus ini dapat terjadi dengan mudah melalui percikan ludah saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, serta kontak langsung dengan penderita atau melalui benda yang terkontaminasi. Gondongan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi pada otak atau kehilangan pendengaran, sehingga pengobatan dan pencegahan sangat penting dilakukan.
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang berkembang biak dalam tubuh dan menyebabkan peradangan pada kelenjar parotis. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena gondongan antara lain belum mendapat vaksin MMR, berusia 2-12 tahun, memiliki daya tahan tubuh lemah, atau tinggal di daerah dengan banyak kasus gondongan. Penyakit ini dapat dengan mudah menyebar jika seseorang menghirup percikan lendir dari penderita atau berbagi alat makan dan minum dengan mereka.
Gejala gondongan biasanya muncul 12-25 hari setelah terinfeksi virus, dan ditandai dengan pembengkakan kelenjar parotis, demam, sakit kepala, nyeri sendi, serta mulut kering dan nafsu makan yang hilang. Pada beberapa orang, gejalanya bisa lebih ringan atau mirip dengan gejala pilek, dan ada juga penderita yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Jika gejala semakin parah, seperti sakit kepala hebat atau kesadaran menurun, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Untuk diagnosis, dokter akan memeriksa pembengkakan di pipi atau leher serta kondisi tenggorokan pasien. Tes swab, tes darah, dan tes urine dapat dilakukan untuk mendeteksi penyebab infeksi dan memastikan diagnosis gondongan. Jika sistem imun penderita baik, gondongan dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu. Selama masa penyembuhan, penderita dianjurkan untuk banyak beristirahat, minum air putih, mengompres area bengkak, dan mengonsumsi makanan lunak.
Pencegahan gondongan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin MMR pada anak-anak, yang melindungi dari penyakit campak, gondongan, dan rubella. Vaksin ini diberikan pada usia 18 bulan dan 5-7 tahun, namun dapat diberikan hingga usia 3 tahun jika imunisasi pertama belum dilakukan. Untuk orang dewasa, vaksin MMR juga disarankan bagi mereka yang berisiko tinggi. Selain itu, pencegahan lainnya termasuk mencuci tangan dengan rutin, tidak berbagi peralatan makan atau mandi, dan menerapkan etika batuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....