Kenali Penyebab Kanker Darah Putih
- 05 Feb 2025 17:56 WIB
- Ranai
KBRN,Ranai : Kanker darah putih atau leukemia adalah jenis kanker yang menyerang jaringan pembentuk sel darah, termasuk sumsum tulang dan kelenjar getah bening. Kanker ini biasanya mempengaruhi sel darah putih, yang berfungsi sebagai bagian dari sistem imun tubuh.
Pada orang yang sehat, sel darah putih diproduksi oleh sumsum tulang. Penyakit ini mengalami regenerasi sesuai dengan siklus hidup mereka.
Pada penderita leukemia, sumsum tulang menghasilkan sejenis sel darah putih dalam jumlah yang tidak normal. Hal ini yang menyebabkan peningkatan jumlah sel jenis tersebut.
Mengutip dari laman Kemenkes Ri ada berbagai jenis leukemia, yang dapat dikategorikan berdasarkan sejauh mana penyakit tersebut berkembang (akut atau kronis). Dapat diketahui sel darah putih mana yang terpengaruh (mieloid atau limfositik).
Leukemia akut berkembang secara cepat dan tiba-tiba, sementara leukemia kronis berkembang secara perlahan dan gejala awalnya bisa tampak ringan.
Berdasarkan pengelompokan tersebut, terdapat empat jenis utama leukemia yang paling umum:
Leukemia Limfositik Akut: Biasanya menyerang anak-anak, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa.
Leukemia Mielositik Akut: Ditemukan pada orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak.
Leukemia Limfositik Kronis: Ditemukan pada orang dewasa dan anak-anak. Umumnya tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun pertama.
Leukemia Mielositik Kronis: Umumnya terjadi pada orang dewasa. Mungkin tidak menunjukkan gejala selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum masuk fase di mana sel mulai diproduksi dengan lebih cepat.
Penyebab Leukemia
Penyebab pasti leukemia belum diketahui dengan pasti, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita leukemia:
Faktor Genetik: Beberapa kondisi genetik seperti sindrom Down dan ataxia telangiectasia dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leukemia.
Paparan Radiasi dan Bahan Kimia: Paparan radiasi tingkat tinggi dan bahan kimia tertentu seperti benzena, serta pengobatan kanker tertentu, dapat meningkatkan risiko leukemia.
Merokok: Merokok diketahui meningkatkan risiko leukemia mielositik akut.
Riwayat Pengobatan Kanker: Orang yang pernah menjalani kemoterapi atau radioterapi untuk kanker lain memiliki risiko lebih tinggi terkena leukemia.
Gangguan Darah: Orang dengan sejarah gangguan darah tertentu, seperti myelodysplastic syndrome, memiliki risiko lebih tinggi terkena leukemia.
Penyakit Sistem Kekebalan: Beberapa penyakit sistem kekebalan seperti HIV/AIDS dapat meningkatkan risiko leukemia.
Perlu diingat bahwa memiliki satu atau lebih faktor risiko ini tidak berarti seseorang pasti akan menderita leukemia. Untuk tahu kondisi kamu lebih lanjut, kamu bisa berkonsultasi dan diskusi dengan dokter jika memiliki faktor risiko di atas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....