Manfaat dan Efek Samping Kortikosteroid si 'Obat Dewa'

  • 15 Jan 2025 11:46 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Dilansir dari laman yankes.kemkes.go.id, steroid adalah obat anti radang, (umumnya jenis kortikosteroid karena dihasilkan oleh bagian luar dari kelenjar anak ginjal). Steroid merupakan obat yang memiliki senyawa dengan aktivitas anti peradangan dan juga dapat menekan sistem imunitas tubuh. Dimana senyawa ini dapat ditemui pada semua makhluk hidup, termasuk pada hewan, manusia dan tumbuhan.

Sementara itu melansir dari laman rsudza.acehprov.go.id, Kortikosteroid adalah obat yang menyerupai kortisol, hormon yang tubuh produksi secara alami pada kelenjar adrenal. Sedangkan kortikosteroid berguna untuk menekan peradangan dan reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan serta juga dapat mencegah kerusakan jaringan agar tidak semakin parah. Cara kerja obat ini umumnya adalah untuk mengurangi zat pemicu peradangan. Pada dasarnya kortikosteroid dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis alami dan sintetis. Sementara itu kortikosteroid sering dijuluki "obat dewa" lantaran kemampuannya yang ampuh dalam mengatasi berbagai kondisi peradangan dan masalah sistem kekebalan tubuh. Sedangkan Kortikosteroid bekerja dengan cara:

• Menekan peradangan: Kortikosteroid menghambat produksi zat-zat kimia dalam tubuh yang menyebabkan peradangan.

• Menurunkan aktivitas sistem kekebalan tubuh (imunosupresan): Kortikosteroid dapat mengurangi respons sistem kekebalan tubuh yang berlebihan, yang bermanfaat dalam pengobatan penyakit autoimun.

Selanjutnya Kortikosteroid digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, antara lain: Penyakit peradangan, autoimun, kulit, reaksi alergi yang parah juga pada kasus ataupun kondisi lainnya seperti: jenis kanker, transplantasi organ, dan kondisi medis lainnya. Sementara itu benarkah bahwa manfaat kortikosteroid bisa jadi berbeda. Mengapa demikian? Jawabannya mengapa kortikosteroid berbeda karena tergantung pada jenis obat kortikosteroid dan manfaatnya, seperti yang dilansir dari laman halodoc.com:

1. Methylprednisolone, jenis obat ini tersedia dalam bentuk tablet, suspensi dan suntikan serta berguna untuk mengatasi peradangan akibat beberapa penyakit, seperti radang sendi, kelainan darah, reaksi alergi parah, kanker, penyakit kulit, gangguan ginjal dan masalah sistem kekebalan tubuh.

2. Betamethasone untuk jenis obat steroid ini umumnya tersedia dalam bentuk krim, salep, tablet, sirup, dan tetes mata.Dan berfungsi untuk mengatasi reaksi alergi dan mengurangi peradangan kulit akibat eksim atau alergi. Umumnya pada jenis ini dokter acapkali akan mngkombinasikannya dengan antibiotik atau antihistamin untuk mengurangi rasa gatal.

3. Prednisone, untuk jenis kortikosteroid ini tersedia dalam bentuk tablet dan kaplet minum. Prednisone bermanfaat untuk meredakan peradangan akibat alergi, penyakit autoimun, radang sendi, atau dermatitis kontak.

4. Dexamethasone, obat ini tersedia dalam bentuk salep, tetes mata dan sirup serta bekerja untuk mengatasi peradangan akibat reaksi alergi, penyakit autoimun, atau radang sendi. Sama halnya dengan betamethasone, dexamethasone juga kerap digunakan bersama antibiotik dan antihistamin untuk mengatasi alergi.

5. Prednisolone, bermanfaat untuk mengobati peradangan yang lebih luas dan tidak khusus untuk penyakit tertentu saja. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, sirup, injeksi, suspensi oral.

6. Hydrocortisone, biasanya digunakan untuk menangani masalah kulit, seperti dermatitis atopik, dermatitis kontak, dermatitis alergi, pruritus anogenital, dan neurodermatitis. Jenis kortikosteroid ini biasanya tersedia dalam bentuk salep, krim, losion, tetes mata, suntikan dan tablet.

Dan jenis lainnya, seperti, Mometasone yang digunakan untuk mengatasi gatal-gatal, Triamcinolone untuk meredakan peradangan dan gejala alergi, serta Budesonide gunakan untuk penyakit Crohn dan asma. Begitu banyaknya penggunaan steroid, hingga pernah menjadi primadona di dunia kedokteran pada saat awalnya. Keefektifannya dalam membantu penyembuhan banyak macam penyakit membuat namanya kian melambung. Dampak yang diberikan oleh obat ini tentu sangat mengejutkan dan dramatis. Hingga kemudian membuat kesan pegian medis dan pesien menyebutnya dengan sebutan obat dewa.

Namun seiring berjalannya waktu, saat ini tidak sedikit orang mulai menemukan beberapa efek buruk atau tenar disebut efek samping dari penggunaan jenis obat ini. Jika obat ini dikonsumsi ataupun digunakandalam kurun waktu lama atau tidak dengan resep dokter, Kortikosteroid ini justru akan membawa pengkonsumsi obat ke dalam kondisi kesehatan yang lebih rumit. Namun perlu diingat pula bawa pada beberapa kasus, steroid bisa jadi merupakan satu-satunya pilihan obat terbaik, sehingga mau tidak mau harus digunakan. Walaupun kortikosteroid bisa menyebabkan efek samping, obat ini tetap merupakan pengobatan yang efektif untuk banyak kondisi medis. Dengan penggunaan yang tepat dan di bawah pengawasan dokter, manfaat kortikosteroid seringkali lebih besar daripada risikonya.

Oleh karenanya pahami dengan benar bahwa obat kortikosteroid hanya didapat dengan resep dokter apabila Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang penggunaan kortikosteroid, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

(Sumber: yankes.kemkes.go.id, rsudza.acehprov.go.id, halodoc.com)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....