Menkes Luncurkan Suplemen MMS untuk Kurangi Risiko Stunting

  • 18 Okt 2024 17:26 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama organisasi kesehatan dunia, seperti WHO dan Unicef, meluncurkan program Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) di Indonesia, Kamis (17/10/2024). Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil guna mengurangi risiko anemia, berat badan lahir rendah (BBLR), dan stunting pada bayi.

Menkes Budi mengungkapkan bahwa anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi, mencapai 27 persen dari total 4,9 juta ibu hamil. Hal ini menjadi perhatian serius karena anemia dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk risiko bayi lahir dengan berat rendah dan stunting.

"Saat ini, kita baru mulai mengimplementasikan suplemen MMS, padahal WHO sudah merekomendasikannya sejak 2020. Berdasarkan penelitian, MMS terbukti dapat meningkatkan kesehatan ibu hamil, menurunkan angka bayi lahir stunting, dan mengurangi kematian bayi," ujar Menkes Budi dalam rilisnya.

Suplemen MMS mengandung 10 vitamin dan 5 mineral, termasuk vitamin A, D, E, C, B1, B2, niasin, B6, B12, asam folat, zat besi, zinc, tembaga, selenium, dan iodin. Program ini diharapkan membantu ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan, terutama untuk mencegah kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi menjelaskan bahwa MMS memiliki komposisi nutrisi yang lebih lengkap dibandingkan tablet tambah darah (TTD) yang hanya mengandung zat besi dan asam folat. MMS menambah sembilan vitamin dan empat mineral penting untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan bayi.

Pada tahap awal, program MMS akan dijalankan di 209 kabupaten/kota di 15 provinsi terpilih yang memiliki angka tinggi BBLR, KEK, dan stunting. Sebanyak 1,3 juta botol MMS dengan masing-masing berisi 180 tablet telah disiapkan untuk didistribusikan kepada ibu hamil di wilayah tersebut.

Selain distribusi suplemen, program MMS juga didukung oleh sosialisasi dan penelitian dari berbagai universitas seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin. Coaching clinic juga telah dilakukan untuk memperkuat kapasitas industri lokal dalam memproduksi MMS untuk kepentingan program pemerintah dan komersial.

Dengan adanya program ini, Menkes Budi berharap angka anemia dan stunting pada bayi dapat berkurang signifikan, serta meningkatkan kesehatan ibu hamil di Indonesia.

"Minum MMS 180 butir selama 180 hari atau enam bulan selama hamil, insyaallah anaknya sehat dan pintar," ungkap Menkes Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....