Bontang Menuju Kota Industri Hijau dan Edukatif

  • 05 Nov 2025 17:15 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia yang berlokasi di Kota Bontang tak hanya menjadi tonggak baru bagi kemajuan industri nasional, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan wisata industri berbasis edukasi dan keberlanjutan. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPC Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang, Eko Satrya, yang menilai proyek strategis tersebut selaras dengan visi menjadikan Bontang sebagai kota industri dan jasa yang hijau, inovatif, dan berdaya saing.

Menurut Eko, pabrik soda ash ini bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan contoh nyata penerapan konsep industri hijau dan ekonomi sirkular yang dapat dijadikan sarana pembelajaran bagi berbagai kalangan, mulai dari pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat umum. “Inilah sisi wisata industri yang ingin kita dorong, di mana pembangunan industri bisa sekaligus menjadi sarana edukasi bagi publik tentang pentingnya efisiensi, tanggung jawab lingkungan, dan inovasi berkelanjutan,” ujarnya.

Eko menjelaskan, keberadaan pabrik soda ash di Bontang akan menempatkan kota ini sebagai pusat industri petrokimia yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan sekitar 174.000 ton karbon dioksida (CO₂) per tahun sebagai bahan baku, pabrik ini dinilai menjadi langkah inovatif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca serta mendukung agenda nasional dalam transisi menuju industri hijau.

Selain aspek lingkungan, pembangunan pabrik ini juga diharapkan menjadi pemicu lahirnya rantai industri baru di Bontang. Kehadiran industri pendukung seperti jasa teknik, logistik, dan sektor hilir petrokimia akan memperluas ekosistem ekonomi lokal. “Pabrik soda ash ini akan menjadi trigger pertumbuhan ekonomi baru, membuka peluang bagi UMKM, serta memperkuat peran Bontang sebagai simpul penting dalam rantai pasok industri nasional,” ucap Eko.

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini juga memberikan dampak signifikan. Selama masa konstruksi, diperkirakan sekitar 800 tenaga kerja lokal akan terserap. Lebih jauh lagi, pengoperasian pabrik nantinya membutuhkan SDM lokal yang memiliki kompetensi teknis tinggi. Untuk itu, MASATA menilai perlu adanya program pelatihan dan sertifikasi agar masyarakat Bontang mampu berperan aktif dan menjadi bagian dari proses industrialisasi berkelanjutan.

Eko juga menyoroti pentingnya penguatan identitas kota. Ia menilai pembangunan pabrik soda ash sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Bontang sebagai “Kota Industri dan Jasa”, sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menekankan pentingnya hilirisasi industri. “Ini bukan hanya proyek lokal, tapi bagian dari upaya nasional menegaskan Bontang sebagai kota industri unggulan di Indonesia bahkan di dunia,” ucapnya.

MASATA melihat proyek ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata industri yang edukatif, di mana masyarakat, mahasiswa, dan profesional dapat melihat langsung bagaimana konsep industri hijau dijalankan. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, Bontang dapat menjadi model pembelajaran tentang transformasi ekonomi yang berimbang antara pertumbuhan dan keberlanjutan.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa MASATA siap berkolaborasi dengan perusahaan dan pemerintah dalam merancang program Wisata Industri yang mengedepankan edukasi, pemberdayaan SDM, dan peningkatan citra positif kota. “Wisata industri bukan hanya kunjungan, tapi pengalaman belajar tentang inovasi, teknologi, dan nilai-nilai keberlanjutan yang bisa menginspirasi generasi muda,” katanya.

Dengan berbagai keunggulan strategis tersebut, Bontang kini berada di jalur yang tepat menuju kota industri hijau yang kompetitif dan inklusif. Pabrik soda ash bukan hanya simbol kemajuan industri nasional, tetapi juga wujud kolaborasi antara pembangunan ekonomi dan pariwisata edukatif yang mampu memperkuat posisi Bontang di panggung nasional dan internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....