Kearifan Lokal Anyaman Ketupat Jadi Ikon Wisata Baru
- 12 Agt 2025 10:27 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Kampung Ketupat di Kelurahan Masjid, Samarinda Seberang, hadir sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal yang lahir dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Ketupat, Abdul Aziz, mengatakan penamaan kampung ini diambil dari banyaknya pengrajin ketupat yang sudah ada sejak lama.
“Mulanya dicanangkan pada 2017 melalui SK Wali Kota, dibangun 2018, lalu diresmikan 18 Januari 2019,” ucap Abdul Aziz, Selasa (12/8/2025). Sebelumnya, kawasan ini lebih dikenal warga sebagai daerah Mangkupalas, khususnya sekitar Kampung Pelabuhan 79.
Dengan pembangunan fasilitas oleh Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perkim, kampung ini bertransformasi menjadi salah satu titik wisata tematik yang memadukan unsur budaya, kuliner, dan kerajinan.
Identitas ketupat yang diusung bukan sekadar ornamen, melainkan hasil karya pengrajin yang memanfaatkan daun nipah, berbeda dari kebanyakan ketupat berbahan daun kelapa. Dua jenis utama yang dibuat adalah ketupat Soto Banjar dan ketupat Soto Makassar.
Para pengrajin di Kampung Ketupat memproduksi hingga ratusan buah per hari, memasok pasar lokal maupun pesanan luar daerah.
“Daun nipah diambil dari Delta Mahakam, lalu diolah agar siap dianyam,” kata Aziz.
Tidak hanya daun, lidinya pun diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomis seperti piring, keranjang, atau gantungan lampu. Hal ini menambah daya tarik kampung sebagai pusat kreasi.
Aziz berharap penguatan identitas lokal ini terus dijaga, sehingga Kampung Ketupat tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat pelestarian tradisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....