Keunggulan Membaca Nyaring untuk Anak

  • 04 Feb 2026 18:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Pegiat literasi sekaligus pengurus Samarinda Read Aloud serta profesional public speaker, Hesti Suci Mawarni, mengungkapkan sejumlah keunggulan kegiatan membaca nyaring (read aloud) dibandingkan membaca dalam hati, khususnya bagi anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Hesti saat menjadi narasumber dalam obrolan Sudut Tanya Podcast, Rabu 4 Februari 2026. Menurut Hesti, membaca dalam hati menjadikan pembaca sebagai satu-satunya pendengar sehingga pengalaman membaca bersifat personal dan individual.

“Membaca dalam hati otomatis kita menjadi pendengar untuk diri kita sendiri, dan kita benar-benar sendiri menikmatinya,” ujarnya.

Berbeda dengan membaca nyaring, Hesti menjelaskan bahwa kegiatan read aloud melibatkan pendengar dan menciptakan interaksi yang bersifat dialogis. “Ketika kita membacakan secara nyaring, itu artinya ada pendengar dan tercipta interaksi yang dialogis. Hal ini sangat penting bagi pendengar,” katanya.

Ia menambahkan, sebuah buku mengandung banyak pengetahuan yang dapat digali lebih dalam melalui kegiatan membaca nyaring yang interaktif. “Dari sebuah buku, pengetahuan yang terkandung di dalamnya sangat banyak. Dengan read aloud yang interaktif dan dialogis, kita benar-benar menggali pesan cerita, memahami ilustrasi, dan menjadikannya lebih bermakna,” ucapnya.

Keunggulan membaca nyaring, lanjut Hesti, semakin terasa ketika diterapkan pada anak-anak. Ia menuturkan bahwa anak bertumbuh melalui perkembangan sensorik awal, yaitu penglihatan dan pendengaran.

“Dalam kegiatan membaca nyaring, kedua aspek tersebut menjadi utama. Anak dapat melihat buku sekaligus mendengar suara dan emosi dari pembacanya,” ujarnya.

Menurut Hesti, membaca sendiri memang dapat membantu pembaca memahami emosi secara personal. Namun, dampak membaca nyaring dinilai lebih besar karena melibatkan unsur visual dan audio secara langsung.

“Kalau membaca sendiri, kita merasakan emosi secara pribadi. Namun, dampaknya bisa jauh lebih besar, terutama bagi anak-anak, ketika emosi, visual, dan pesan cerita ditunjukkan secara langsung,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....