Lutung Kutai Terekam Kamera Jebak di Hutan Wehea

  • 11 Des 2025 18:26 WIB
  •  Samarinda

KBRI, Samarinda: Seekor Lutung Kutai (Presbytis canicrus), primata endemik Kalimantan yang sangat jarang terlihat, berhasil terekam kamera jebak Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) di kawasan Hutan Lindung Wehea, Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau.

Rekaman satwa tersebut diperoleh di lokasi sumber air mineral alami bernama Sepan, yang menjadi titik aktivitas satwa liar. Spesialis Spesies Terancam Punah YKAN, M. Arif Rifqi, menyatakan bahwa Lutung Kutai memiliki sebaran yang sangat terbatas.

“Salah satu satwa yang kita temukan di Sepan ini adalah Lutung Kutai. Sebarannya di dunia hanya ada di tiga tempat, salah satunya Hutan Wehea,” ujarnya dikutip Kamis (11/12/2025). Ia menambahkan, pengetahuan ilmiah mengenai ekologi dan perilakunya masih sangat minim, serta perjumpaan langsung sangat jarang.

Arif mengungkapkan, temuan awal Lutung Kutai di Wehea sebenarnya sudah terjadi sejak 2012, namun identifikasinya sempat terkendala karena kemiripan dengan jenis lutung lain. Ia menambahkan, hingga kini satwa tersebut belum masuk daftar jenis yang dilindungi, meskipun populasinya diyakini sangat kecil dan sensitif.

Menurut Arif, keberadaan Lutung Kutai di kawasan lindung Wehea memberi harapan karena habitatnya relatif terjaga. “Daerah Sepan bagi perusahaan juga termasuk kawasan lindung, jadi relatif aman,” katanya.

Pengelolaan Hutan Wehea dilakukan dengan model kolaborasi yang melibatkan masyarakat adat Dayak Wehea. Praktik perlindungan adat menjadi bagian dari sistem penjagaan hutan. Kepala Adat Dayak Wehea, Ledjie Taq, memimpin ritual adat sebelum memasuki kawasan hutan sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan wilayah.

Manajer Kemitraan Program Terestrial YKAN, Edy Sudiono, menyebut pengelolaan berbasis adat menjadi kunci keberhasilan menjaga kelestarian hutan.

“Hutan Lindung Wehea saat ini kondisinya cukup bagus, tanpa kegiatan ilegal, dan menjadi model bagi daerah lain,” kata Edi. Menurut Edy, sejumlah pihak dari luar daerah telah datang untuk mempelajari pengelolaan Wehea.

Edy menjelaskan, ancaman terhadap kawasan hutan tetap ada, namun peran masyarakat adat menjadi benteng utama. Ia menambahkan bahwa kondisi hutan yang sebelumnya mengalami logging kini terus membaik dengan tutupan yang semakin rapat.

Temuan Lutung Kutai di Sepan menjadi indikasi keberhasilan pengelolaan Hutan Lindung Wehea dalam menjaga habitat satwa endemik Kalimantan yang terancam punah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....