Perajin Baju Adat Dayak Tetap Lestari Berkarya
- 30 Jul 2025 22:47 WIB
- Samarinda
KBRN, Mahulu: Di pelosok Kabupaten Mahakam Ulu, semangat pelestarian budaya lokal tetap hidup lewat tangan-tangan perajin tradisional. Salah satunya seorang nenek yang masih aktif membuat baju adat Dayak lengkap dengan hiasan manik-manik dan topi khas, menjadi andalan pesanan masyarakat.
Bukan sekadar kerajinan, pakaian adat ini menjadi sumber penghasilan utama. Harga jualnya pun tidak main-main, bisa mencapai jutaan rupiah per set tergantung tingkat kerumitan dan kelengkapan aksesori.
“Kalau orang mau pesan baju, biasanya mengukurnya di saya. Nanti saya yang urus semua, kadang saya suruh orang bantu buat topi atau jahit. Harga maniknya beda-beda, ada yang dua juta, dua juta tiga ratus, sampai dua juta lima ratus kalau lengkap sama topinya. Ini cowoknya, ini ceweknya. Kalau penuh manik, harganya lebih tinggi,” ucapnya.
Dalam proses produksinya, sang nenek juga melibatkan beberapa warga sekitar, menciptakan kerja sama berbasis komunitas kecil. Tak jarang, ia juga membeli bahan dari luar kampung untuk menjaga kualitas hasil kerajinan.
Usaha sederhana ini menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya bisa dilestarikan, tapi juga menjadi sumber ekonomi kreatif. Pemerintah diharapkan memberikan dukungan agar kerajinan lokal seperti ini mampu bertahan dan berkembang di pasar yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....