RSUD Panglima Sebaya Tingkatkan Kualitas Fasilitas Kesehatan

  • 12 Jan 2026 13:53 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Paser: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya yang berlokasi di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), pada tahun 2026 hampir memenuhi seluruh kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Direktur RSUD Panglima Sebaya, Kamal Anshari, menyampaikan saat ini fasilitas rumah sakit sudah semakin lengkap, ditunjang dengan keberadaan 49 dokter spesialis. Meski demikian, RSUD Panglima Sebaya masih membutuhkan dua dokter spesialis tambahan, yakni spesialis saraf dan spesialis urologi. Namun, untuk dokter bedah saraf dijadwalkan akan bergabung pada Maret 2026.

“Harapannya ini bisa menurunkan angka rujukan. Selama ini, kasus stroke maupun kecelakaan yang menyebabkan perdarahan otak harus dirujuk ke rumah sakit lain. Dengan adanya dokter tersebut, insyaallah rujukan bisa diminimalkan,” ujar Kamal saat ditemui rri.co.id.

Dari sisi alat kesehatan (alkes), Kamal menjelaskan bahwa dalam dua hingga tiga tahun terakhir RSUD Panglima Sebaya mendapatkan dukungan signifikan dari pemerintah daerah. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan, khususnya di Intensive Care Unit (ICU).

“Kita sudah mengembangkan ICU berteknologi tinggi. Selain itu, kamar operasi juga mengalami peningkatan kualitas hingga berstandar internasional melalui APBD Provinsi. Pembangunan dilakukan pada 2025 dan insyaallah sudah bisa digunakan pada 2026,” katanya.

Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memberikan bantuan CT scan berteknologi tinggi untuk mendukung pelayanan pemeriksaan yang lebih spesifik dan akurat. Tahun ini, RSUD Panglima Sebaya kembali mendapatkan tambahan CT scan dengan kapasitas yang lebih besar.

“Jika sebelumnya CT scan kita masih 16 slice, sekarang menjadi 64 slice, sehingga hasil pemeriksaan jauh lebih detail dan teliti. Ini merupakan dukungan langsung dari Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

RSUD Panglima Sebaya juga telah memiliki gedung Cath Lab (Catheterization Laboratory), yakni fasilitas medis untuk prosedur kateterisasi jantung dan intervensi kardiologi lainnya, mulai dari diagnosis hingga pengobatan.

“Cath Lab ini untuk menangani kasus-kasus jantung. Ke depan, kami berharap bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan ini dapat dicover pembiayaannya. Jika pembiayaan umum tentu akan cukup memberatkan masyarakat,” ujar Kamal menjelaskan.

Lebih lanjut, ia menambahkan terdapat empat proyek pengembangan fasilitas yang telah rampung pada akhir 2025. Pertama, perluasan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang didukung oleh Kemenkes, guna meningkatkan kenyamanan pasien maupun keluarga pasien yang menunggu.

Kedua, pembangunan dan perluasan Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) untuk perawatan bayi baru lahir yang sakit atau prematur, dengan kapasitas yang lebih besar. Bantuan dari Kemenkes untuk pengembangan fasilitas ini mencapai hampir Rp7 miliar.

Ketiga, pembangunan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk perawatan intensif anak. Keempat, pembangunan gedung sitotoksik yang difungsikan khusus untuk peracikan obat kemoterapi.

Dengan berbagai peningkatan tersebut, RSUD Panglima Sebaya diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin optimal dan mengurangi angka rujukan pasien ke luar daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....