Tenaga Kerja Kaltim Didominasi Lulusan Pendidikan Menengah

  • 10 Feb 2026 17:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Struktur tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Timur masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan menengah. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, lulusan SMA dan SMK menjadi kelompok terbesar dalam komposisi angkatan kerja, mencerminkan tantangan sekaligus peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, menyampaikan penduduk bekerja berpendidikan menengah mencapai 45,76 persen. Rinciannya, lulusan SMA sebesar 30,57 persen dan SMK sebesar 15,20 persen. Kondisi ini menunjukkan pasar kerja Kaltim masih sangat bergantung pada tenaga kerja dengan pendidikan menengah.

Sementara itu, penduduk bekerja berpendidikan rendah, yakni lulusan SD ke bawah, tercatat sebesar 21,43 persen dan lulusan SMP sebesar 13,83 persen. Adapun tenaga kerja berpendidikan tinggi, lulusan universitas, mencapai 15,65 persen, serta Diploma I/II/III sebesar 3,32 persen.

Menurut Mas’ud, dominasi lulusan pendidikan menengah menandakan pentingnya peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. “Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk mendorong daya saing tenaga kerja di Kalimantan Timur,” ujarnya, Selasa 10 Februari 2026, dilansir dari laman kaltimprov.go.id.

Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar tenaga kerja terserap pada sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, yang mencapai 18,38 persen. Selanjutnya disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,45 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,20 persen.

BPS Kaltim juga mencatat perbaikan kualitas pekerjaan. Pada November 2025, pekerja dengan status formal mencapai 57,94 persen atau sebanyak 1.142.203 orang, meningkat 1,16 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Sebaliknya, persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan.

Secara umum, kondisi ini menunjukkan pasar kerja Kalimantan Timur bergerak ke arah yang lebih stabil. Namun, dominasi lulusan pendidikan menengah menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan peningkatan kompetensi agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di tengah perubahan struktur ekonomi dan pembangunan daerah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....