Puluhan Rumah Warga Karang Jinawi PPU Terendam Banjir
- 05 Des 2025 06:27 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Banjir melanda sejumlah RT di Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut, sejak Kamis (4/12/2025) dini hari. Kondisi ini menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) meluap dan merendam puluhan rumah warga di area rendah.
Berdasarkan laporan resmi Pusdalops BPBD PPU, hujan terjadi sejak pukul 01.00 WITA hingga sekitar pukul 04.00 WITA, yang diawali dengan peringatan dini cuaca dari BMKG sebanyak dua kali. Peringatan tersebut menyebutkan adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah Sepaku dan sekitarnya.
Luapan air sungai mengakibatkan permukiman warga di RT 01, 02, 03, 04, 05, 06, dan RT 08 terendam dengan ketinggian air bervariasi di halaman rumah antara 10 hingga 35 sentimeter. Meski demikian, tidak ada laporan ketinggian air masuk ke dalam rumah. BPBD PPU mencatat total 73 rumah terdampak dengan jumlah 80 KK atau 250 jiwa.
BPBD memastikan tidak ada warga yang harus dievakuasi karena kondisi banjir yang cepat surut. Hingga laporan diterima pukul 06.30 WITA, permukaan air di seluruh wilayah terdampak telah menurun secara signifikan, ujar tim di lapangan.
Meski banjir surut, BPBD menegaskan perlunya langkah serius untuk pencegahan. Salah satunya adalah normalisasi sungai sepanjang empat kilometer di RT 05, mengingat banyaknya tumpukan sampah yang menghambat kelancaran aliran air. Selain itu, terdapat banyak pohon tumbang yang menutupi badan sungai sehingga memperparah penumpukan air.
"Upaya penanganan langsung dilakukan sesaat setelah laporan masuk, termasuk pengiriman tim BPBD PPU bersama unsur terkait untuk melakukan pemantauan kondisi terkini serta memastikan tidak ada warga yang berada dalam situasi berbahaya. Dua unit mobil operasional BPBD PPU dikerahkan bersama peralatan pendukung," ujar Kepala Pelaksana BPBD PPU, M. Sukadi Kuncoro.
BPBD juga berkoordinasi dengan Otorita IKN yang turut membantu pemantauan lapangan. "Sinergi antarinstansi diharapkan dapat mempercepat identifikasi sumber masalah banjir serta penyusunan rekomendasi penanganan jangka panjang", katanya.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi beberapa hari ke depan. Seluruh warga diminta segera melapor jika terjadi peningkatan debit air atau gangguan lainnya yang berpotensi membahayakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....