Peluang Investasi Bontang, Hotel dan Wisata Terbuka Lebar
- 29 Okt 2025 19:57 WIB
- Samarinda
KBRN, Bontang: Peluang investasi di sektor perhotelan dan pariwisata kini terbuka lebar di Kota Bontang. Pemerintah Kota Bontang mulai menggarap potensi baru ini untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas lapangan kerja.
Ketua Unit Layanan Strategis Pembangunan Sumber Daya Berkelanjutan (ULS-PSDB) Universitas Mulawarman (Unmul), Dr. Rahcmad Budi Suharto, menyebut sektor perhotelan menjadi pilar penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Bontang memiliki potensi perhotelan yang sangat besar. Letaknya strategis, kunjungan bisnis tinggi, dan pariwisata pesisirnya mulai tumbuh. Kini saatnya investor hotel masuk karena ekosistemnya sedang terbentuk,” ujar Dr. Rahcmad.
Menurutnya, geliat investasi ini tidak hanya akan memperkuat sektor usaha, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Selama ini, Bontang dikenal sebagai kota industri dengan aktivitas padat dari perusahaan besar seperti PT Badak LNG dan Pupuk Kaltim, namun kebutuhan akomodasi representatif terus meningkat.
“Kehadiran hotel berbintang kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk dunia usaha dan pemerintahan, tetapi juga untuk menghidupkan sektor pariwisata bahari dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyambut positif langkah tersebut. Pembangunan hotel dinilai sebagai strategi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing kota. Sejumlah lahan strategis di pusat kota tengah dikaji, termasuk wacana penggunaan rumah jabatan Wali Kota di Jalan Awang Long sebagai lokasi potensial hotel bisnis dan konferensi.
Pada OPD DPMPTSP Bontang harus juga melihat investasi hotel bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan efek ekonomi berantai.
“Hotel tidak hanya memberi pajak, tetapi juga menumbuhkan ekonomi di sekitarnya. UMKM berkembang, masyarakat bekerja, dan ekonomi daerah bergerak bersama,” ucapnya.
Baca juga: Pemkot Bontang Wujudkan Sinergi Usaha Besar, UMKM, dan Koperasi Merah Putih

Ketua Unit Layanan Strategis Pembangunan Sumber Daya Berkelanjutan (ULS-PSDB) Universitas Mulawarman (Unmul), Dr. Rahcmad Budi Suharto (Foto: RRI/ DPMPTSP Bontang).
Dengan meningkatnya lama tinggal pengunjung (length of stay), pendapatan daerah dari pajak hotel dan restoran diprediksi naik tanpa menambah beban pajak baru bagi masyarakat.
Untuk memperkuat iklim investasi, Pemkot Bontang terus menjalankan deregulasi dan kemudahan perizinan melalui sistem digital yang cepat, transparan, dan ramah investor. Kepastian hukum dan dukungan regulasi daerah menjadi jaminan kenyamanan bagi pelaku usaha yang ingin menanamkan modal di sektor properti dan perhotelan.
Selain itu, pemerintah juga tengah membenahi infrastruktur dan tata ruang kota. Pengembangan kawasan bisnis baru dipadukan dengan fungsi industri, perumahan, dan pariwisata agar pertumbuhan kota tetap seimbang dan berkelanjutan.
Harapannya kebijakan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bahwa visi besar “Bontang Berbenah” menjadi roh pembangunan daerah yang menekankan transformasi, kolaborasi, dan inovasi di berbagai sektor.
“Bontang diharapkan tidak hanya berfokus pada industri energi, tetapi juga ingin membangun Bontang sebagai kota yang ramah investasi, berdaya saing, dan berwawasan ekonomi inklusif,” kata Rahcmad.
Dengan posisi geografis strategis di pesisir Kalimantan Timur dan kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang dipandang sebagai simpul penting pergerakan bisnis dan pariwisata regional.
“Peluang besar terbuka bagi para investor yang ingin menjadi bagian dari perubahan ini, terutama dalam menghadirkan hotel modern, nyaman, dan berkelas di jantung Kota Bontang,” kata Rahcmad Budi Suharto, mengakhiri.

Salah satu fasilitas hotel bintang ternama di Bontang (Foto: RRI / Ist).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....