Rekomendasi Wisata Inklusif, Liburan Ramah untuk Semua Orang
- 07 Okt 2026 11:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember : Wisata inklusif adalah konsep pariwisata yang dirancang agar dapat diakses, dinikmati, dan dirasakan secara setara oleh semua orang tanpa terkecuali. Konsep ini memastikan bahwa lingkungan destinasi, fasilitas, serta layanan wisata memperhitungkan kebutuhan keberagaman pengunjung—mulai dari penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, hingga orang dengan kondisi medis tertentu. Pariwisata merupakan hak asasi dasariah bagi setiap individu untuk berekreasi dan menikmati keindahan alam maupun budaya. Melalui pendekatan inklusif, industri pariwisata tidak hanya membuka pintu bagi lebih banyak wisatawan, tetapi juga mendorong kesetaraan sosial dan sikap saling menghargai di masyarakat.
Dikutip RRI (Rabu, 7 Oktober 2026) dari laman kemenpar.go.id, liburan seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi siapa saja, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, aksesibilitas bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian penting dari mutu pelayanan publik di sektor pariwisata. Jalur yang mudah dilalui pengguna kursi roda, informasi yang dapat dipahami pengunjung tuna rungu, penanda taktil dan huruf braille bagi pengunjung tuna netra, toilet aksesibel, serta petugas yang memiliki kemampuan dasar dalam berbahasa isyarat adalah contoh kebutuhan yang perlu tersedia secara konsisten. Saat ini sejumlah destinasi di Indonesia mulai menunjukkan arah yang lebih inklusif. Berikut ini beberapa rekomendasi wisata inklusif di Indonesia :
Museum Geologi (Bandung) - Museum Geologi menawarkan wisata edukasi yang ringan tetapi kaya isi, mulai dari sejarah bumi, fosil, mineral, hingga kebencanaan. Destinasi ini menarik karena pengelola secara terbuka menunjukkan komitmen menuju pelayanan yang lebih inklusif. Pada 2025, museum Geologi menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi pegawai mengenai budaya Tuli dan Bahasa Isyarat Indonesia sebagai bagian dari penguatan layanan publik. Langkah ini penting karena akses bukan hanya soal bangunan, melainkan juga kemampuan petugas menyampaikan informasi secara setara. Bagi pengunjung, disarankan menghubungi layanan kunjungan sebelum datang untuk menanyakan akses antar lantai, toilet, area istirahat, pendamping, dan dukungan komunikasi yang tersedia pada hari kunjungan.
Sea World Ancol (Jakarta) : Sea World Ancol menghadirkan wisata edukasi biota laut di dalam ruang, sehingga cukup praktis untuk keluarga yang ingin menghindari panas atau hujan. Akuarium besar, terowongan bawah air, dan sesi pemberian makan membuat pengalaman berkunjung terasa dekat dan menarik. Secara kawasan, Ancol menyatakan komitmen untuk terus memberi kemudahan akses serta menambah fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas. Meski demikian, pengunjung tetap perlu memeriksa detail yang paling relevan, seperti akses dari area turun kendaraan, jalur bebas tangga, lokasi toilet aksesibel, kepadatan saat akhir pekan, dan posisi terbaik untuk menyaksikan pertunjukan. Memilih hari kerja atau jam awal operasional biasanya membantu pengunjung bergerak lebih nyaman.
Taman Safari Bali (Gianyar) : Taman Safari Bali cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata satwa dengan alur kunjungan yang relatif terarah. Informasi pemesanan resminya menyebut kawasan ini ramah kursi roda, menerima pengunjung pengguna kursi roda, dan menyediakan penyewaan kursi roda di terminal utama. Konsep safari juga membantu mengurangi kebutuhan berjalan jauh karena sebagian pengalaman dilakukan melalui kendaraan atau tram. Meski demikian, pengunjung tetap perlu menanyakan akses pada pertunjukan atau aktivitas tertentu, titik naik-turun kendaraan, serta ketersediaan pendamping. Datang lebih awal akan membuat proses orientasi lebih santai dan memberi waktu untuk berdiskusi dengan petugas sebelum memulai perjalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....