Gintangan Bamboo Attraction Angkat Potensi Bambu Desa
- 20 Agt 2026 02:14 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Warga Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, kembali menggelar Gintangan Bamboo Attraction, Rabu, 19 Agustus 2026. Beragam kerajinan bambu buatan warga diparadekan dalam karnaval yang berlangsung di sepanjang jalan desa.
Kegiatan tahunan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang datang untuk melihat langsung kreativitas warga. Pesertanya juga beragam, mulai dari anak-anak hingga orang tua yang mengenakan berbagai kreasi berbahan bambu.
Gintangan selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan bambu di Banyuwangi. Bagi warga, bambu bukan hanya digunakan untuk membuat kerajinan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang telah dijalankan secara turun-temurun.
Salah satu pengrajin, Holiah, mengatakan karnaval tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk menunjukkan hasil kerajinan mereka kepada masyarakat. Ia sendiri mengaku hampir setiap hari menganyam bambu menjadi berbagai peralatan rumah tangga.
“Karnaval bambu ini sangat kita tunggu. Bambu-bambu yang dianyam oleh pengrajin sini dengan bangga kami tunjukkan ke banyak orang,” kata Holiah, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kerajinan yang dibuat Holiah antara lain tenong, ayakan, dan tampah. Produk tersebut tidak hanya dijual di Banyuwangi, tetapi juga dikirim ke luar daerah, termasuk Bali.
“Rutin diambil truk ke mari. Ada yang kirim Bali juga,” ujar Holilah.
Produk bambu dari Gintangan kini juga semakin beragam. Selain peralatan rumah tangga, para pengrajin membuat furnitur dan aksesori yang pemasarannya telah menjangkau pasar nasional hingga sejumlah negara seperti Jerman dan Maladewa.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pengembangan kerajinan bambu perlu terus didorong agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Menurutnya, produk yang dihasilkan pengrajin Gintangan telah masuk pada tahap hilirisasi.
“Produk kerajinan bambu Gintangan merupakan hasil produk hilirisasi yang menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. Hilirisasi ini akan memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang ekonomi lebih luas,” ujar Ipuk.
Selain karnaval, pengunjung dapat melihat berbagai instalasi seni dan ornamen yang seluruhnya dibuat dari bambu. Sejumlah toko kerajinan di sepanjang jalan desa juga tetap beroperasi dan menawarkan berbagai produk buatan pengrajin setempat.
Kepala Desa Gintangan Hardiyono mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi cara untuk mengajak generasi muda mengenal dan bangga terhadap potensi yang ada di desanya. Gintangan Bamboo Attraction digelar melalui kolaborasi desainer, seniman, dan pengrajin lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....