Revalidasi UNESCO Dimulai, Asesor Apresiasi Pengelolaan Geopark Ijen

  • 05 Agt 2026 01:36 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Dua asesor UNESCO Global Geopark (UGG), Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China, memulai proses revalidasi Geopark Ijen pada 3-6 Agustus 2026. Revalidasi ini menjadi evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023.

Evaluasi tersebut merupakan mekanisme wajib yang dilakukan setiap empat tahun untuk memastikan kawasan geopark tetap memenuhi standar internasional. Hasil revalidasi akan menentukan status Geopark Ijen, yakni Green Card jika memenuhi seluruh standar, Yellow Card apabila masih memerlukan perbaikan dalam dua tahun, atau Red Card jika status UNESCO Global Geopark dicabut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kunjungan dua asesor UNESCO menjadi kehormatan sekaligus kesempatan menunjukkan komitmen daerah dalam mengelola Geopark Ijen secara berkelanjutan. Pengelolaan kawasan tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Pengelolaan ekosistem UGG Ijen dilakukan dengan mengintegrasikan alam, budaya, dan masyarakat dalam satu kesatuan yang berkelanjutan," ujar Ipuk, Selasa 4 Agustus 2026.

Ipuk menjelaskan, sejak memperoleh pengakuan UNESCO pada 2023, pengembangan Geopark Ijen berfokus pada tiga pilar utama, yakni edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar dalam menjaga kualitas kawasan sekaligus meningkatkan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Selama proses revalidasi, kedua asesor meninjau sejumlah geosite dan lokasi pendukung pengelolaan geopark. Pada hari pertama, Senin (3/8/2026), mereka mengunjungi Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI), Desa Adat Kemiren, serta sejumlah sentra ekonomi kreatif di Banyuwangi.

Pada hari kedua, Selasa 4 Agustus 2026, asesmen dilanjutkan ke kawasan Alas Purwo dan Teluk Pangpang di Grajagan. Kedua lokasi tersebut merupakan bagian dari bentang alam dan ekosistem Geopark Ijen yang menjadi objek penilaian UNESCO.

Sebelum rangkaian asesmen dimulai, kedua asesor disambut dalam welcoming dinner di Pendopo Sabha Swagata pada Minggu malam 2 Agustus 2026. Acara tersebut juga dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, perwakilan Bappenas, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Asesor UNESCO, Dr. Andreas Schüller, mengaku terkesan dengan panorama alam Banyuwangi yang dilihatnya selama perjalanan menggunakan kereta api dari Surabaya menuju Banyuwangi. Menurutnya, bentang alam Banyuwangi memberikan kesan awal yang sangat baik sebelum proses evaluasi dilakukan.

"Kami mendapatkan gambaran awal tentang wilayah Anda yang sangat luar biasa ini. Pemandangan yang indah, ladang-ladang, tanaman, perkebunan kopi, dan di balik awan kami dapat melihat beberapa gunung besar," ucap Andreas.

Andreas juga mengapresiasi kualitas pengelolaan Geopark Ijen sejak ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023. Menurutnya, pemerintah daerah telah memahami bahwa geopark tidak hanya berfungsi melindungi warisan geologi, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

"Geopark bukan hanya tentang geologi, tetapi juga tentang masyarakat, di mana masyarakat menjadi aktornya. Saya melihat komitmen yang kuat dari Ibu Bupati dan seluruh pihak dalam hal ini. Itu adalah awal yang sempurna dalam misi evaluasi ini," kata Andreas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....