Geopark Ijen Jalani Revalidasi Pertahankan Status UNESCO Global Geopark

  • 03 Agt 2026 10:44 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Geopark Ijen mulai menjalani proses revalidasi untuk mempertahankan status sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Evaluasi dilakukan selama lima hari, 2-6 Agustus 2026, melalui penilaian langsung oleh dua asesor UNESCO di sejumlah geosite yang berada di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

Revalidasi menjadi evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi masuk jaringan UNESCO Global Geopark pada 2023. Penilaian ini merupakan mekanisme berkala untuk memastikan pengelolaan kawasan tetap memenuhi standar internasional dalam aspek konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Dua asesor yang melakukan penilaian yakni Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China. Selama berada di Banyuwangi, keduanya dijadwalkan meninjau Pusat Informasi Geologi dan Geopark Ijen (PIGGI), Taman Nasional Alas Purwo, Teluk Biru, Teluk Pangpang, Desa Kemiren, hingga Desa Wisata Wringin Putih.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas mengatakan peninjauan di PIGGI menjadi bagian dari evaluasi terhadap fungsi edukasi dan interpretasi kawasan geopark.

"Asesor juga akan mengunjungi Kampung Adat Kemiren yang berada di kawasan Geopark Ijen dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove," ujar Abdillah, Minggu (2/8/2026).

Hasil revalidasi akan menentukan status Geopark Ijen, yakni Green Card apabila memenuhi seluruh standar, Yellow Card jika memerlukan perbaikan dalam dua tahun, atau Red Card yang berarti status UNESCO Global Geopark dicabut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan revalidasi menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen daerah dalam menjaga kawasan yang telah diakui sebagai warisan dunia.

"Geopark Ijen ini bukan lagi hanya milik Banyuwangi, tetapi sudah menjadi milik dunia. Karena itu, melalui revalidasi ini kita ingin memperlihatkan komitmen dan upaya terbaik dalam menjaga warisan dunia ini," ujar Ipuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....