Menpar Widhiyanti Putri Targetkan Geopark Ijen Pertahankan Green Card UNESCO

  • 26 Jul 2026 00:58 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana menargetkan Geopark Ijen mampu mempertahankan status Green Card dalam revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) yang akan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Target tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Sabtu 25 juli 2026.

Rapat diikuti Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafii, Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baras, Balai Taman Nasional Alas Purwo, Balai Besar KSDA Jawa Timur, serta jajaran Kementerian Pariwisata. Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh rekomendasi UNESCO telah dipenuhi menjelang proses evaluasi.

"Agenda kita kali ini membahas persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026. Keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana, Sabtu 25 juli 2026.

Geopark Ijen menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 2023 dan dinobatkan sebagai Geopark Terbaik Indonesia pada 2024. Revalidasi menjadi evaluasi berkala UNESCO untuk memastikan standar pengelolaan kawasan tetap terpenuhi. Hasil penilaian akan menentukan apakah Geopark Ijen mempertahankan Green Card, memperoleh Yellow Card yang mewajibkan perbaikan dalam dua tahun, atau Red Card yang berarti pencabutan status.

"Target kita semua tentunya mempertahankan Green Card. Untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti, termasuk penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas, kemitraan, serta pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan," kata Widhiyanti.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pengakuan UNESCO menjadi amanah untuk terus menjaga kawasan Geopark Ijen melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, pengelolaan geopark tidak hanya berorientasi pada pelestarian geologi, tetapi juga penguatan budaya, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi lokal.

"Bagi kami, pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan," ucap Ipuk.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baras menjelaskan terdapat lima rekomendasi utama dari UNESCO yang menjadi fokus pembenahan. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan riset dan pemetaan geologi, peningkatan promosi warisan geologi, penambahan panel informasi edukatif di kawasan geopark, serta peningkatan aktivitas badan pengelola melalui berbagai agenda nasional maupun internasional.

Usai rapat koordinasi, Menteri Pariwisata melanjutkan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) untuk meninjau fasilitas edukasi yang menjadi salah satu sarana pengenalan kekayaan geologi Geopark Ijen kepada masyarakat dan wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....