Pendakian Semeru Kembali Dibuka, Wisata Alam Bangkit Lebih Aman dan Terkendali
- 27 Apr 2026 09:32 WIB
- Jember
RRI.CO.ID,Lumajang- Kabar baik bagi pecinta alam dan pelaku wisata. Aktivitas pendakian di Gunung Semeru resmi dibuka kembali mulai Jumat, 24 April 2026, setelah sempat ditutup pasca erupsi pada 19 November 2025.
Pembukaan ini menjadi sinyal positif bangkitnya sektor pariwisata berbasis alam di Kabupaten Lumajang, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan wisata yang aman, adaptif, dan berkelanjutan.
Kebijakan tersebut ditetapkan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) melalui surat resmi yang ditandatangani Kepala Balai, Rudijanta Tjahja Nugraha, setelah melalui serangkaian koordinasi lintas sektor dan evaluasi kondisi kawasan.
“Pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai 24 April 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Meski telah dibuka, pengelola menerapkan skema pembatasan sebagai langkah mitigasi risiko. Pendaki saat ini hanya diperbolehkan mencapai kawasan Ranu Kumbolo, salah satu destinasi favorit yang dikenal dengan panorama danau pegunungan yang memukau.
Pembatasan ini bukan tanpa alasan. Selain menjaga keselamatan pengunjung, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan kawasan konservasi agar tetap lestari di tengah meningkatnya minat wisata alam.
Di sisi lain, BBTNBTS juga memberikan kemudahan bagi para pendaki yang sebelumnya telah melakukan pemesanan tiket saat penutupan mendadak terjadi. Mereka diberi kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule), sebagai bentuk pelayanan yang responsif dan berkeadilan.
Dibukanya kembali jalur pendakian ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari pelaku jasa transportasi, pemandu wisata, hingga UMKM lokal.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pariwisata Lumajang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.
Dengan pengelolaan yang terukur, Gunung Semeru kembali menyapa para pendaki bukan sekadar sebagai destinasi, tetapi sebagai ruang belajar untuk mencintai alam secara lebih bijak. (Kominfo-lmj/Ard)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....