Sport Center Labruk Kidul Ruang Publik Ramah Keluarga

  • 23 Apr 2026 16:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Gagasan menghadirkan ruang terbuka yang inklusif dan produktif di tingkat desa kembali mengemuka dalam Talkshow Jelita (Jelajah Informasi dan Berita) yang disiarkan langsung dari Studio 1 LPPL Radio Suara Lumajang, Kamis (23/4/2026). Dengan mengusung tema “Sport Center sebagai Ruang Terbuka Ramah Keluarga di Desa”, talkshow ini mempertemukan perspektif pemerintah desa dan legislatif dalam satu ruang diskusi yang konstruktif.

Hadir sebagai narasumber, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang Reza Hadi Kurniawan, S.IP, Sekretaris Desa Labruk Kidul Samsul Huda, serta Kasi Kesejahteraan Desa Labruk Kidul Wachyudi Rosad.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Desa Labruk Kidul, Samsul Huda membuka diskusi dengan memaparkan perjalanan pembangunan sport center yang dimulai sejak 2020, bertepatan dengan awal masa jabatan kepala desa. Proyek ini sempat tertunda akibat pandemi COVID-19, sebelum akhirnya kembali dilanjutkan pada 2023. Kini, kawasan tersebut berkembang menjadi simpul aktivitas warga, dengan fasilitas utama berupa lapangan olahraga, area parkir, dan ruang pendukung lainnya.

Berada di perbatasan Kecamatan Sumbersuko dan Kecamatan Lumajang, sport center ini menawarkan lanskap persawahan yang terbuka, menjadikannya tidak sekadar tempat berolahraga, tetapi juga ruang rekreasi yang menyatu dengan alam. Aktivitas warga pun terbilang dinamis, dengan kegiatan rutin seperti sepak bola yang diharapkan mampu melahirkan talenta atlet dari desa.

Lebih dari itu, Samsul menambahkan, sport center mulai menunjukkan fungsi gandanya sebagai penggerak ekonomi lokal. Keterlibatan PKK dalam menghimpun pelaku UMKM menjadi salah satu strategi penguatan ekonomi berbasis komunitas. "Lapak usaha, pojok baca, hingga ruang kegiatan masyarakat terintegrasi dalam satu kawasan," jelasnya.

Dalam aspek pembiayaan, Samsul Huda menjelaskan bahwa belum ada regulasi pungutan resmi. Meski demikian, untuk kebutuhan perawatan seperti rumput lapangan, masyarakat umum yang berniat menggunakan lapangan seluruhnya dikenakan biaya yang relatif terjangkau sekitar Rp170 ribu, Ia menyatakan harga tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan sport center lain yang mencapai Rp400 ribu.

Dukungan terhadap pembinaan generasi muda juga terus diperkuat melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) yang difasilitasi pemerintah desa. Bahkan, fasilitas sport center kini turut dimanfaatkan oleh desa sekitar, menunjukkan daya tarik dan fungsinya yang semakin luas.

Dirinya berharap sport center Labruk Kidul dapat terus berkembang menjadi ruang publik yang benar-benar hidup dan tidak hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga pusat interaksi sosial, penguatan ekonomi UMKM, serta wadah pembinaan generasi muda.

Dari sisi pengelolaan fasilitas, Kasi Kesejahteraan Desa Labruk Kidul, Wachyudi Rosad menyampaikan bahwa pengembangan sport center masih berada pada kisaran 70 persen. Sejumlah rencana penguatan fasilitas terus dipertimbangkan, termasuk penambahan playground untuk menunjang kebutuhan keluarga.

“Konsepnya bukan hanya olahraga, tetapi ruang berkumpul lintas usia,” ujarnya.

Ia menambahkan, fasilitas yang telah tersedia meliputi CCTV 24 jam, musholla, jogging track, hingga area terapi kesehatan berbasis bebatuan refleksi. Seluruh pengembangan diarahkan pada peningkatan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang, Reza Hadi Kurniawan mengungkapkan bahwa sport center harus diposisikan sebagai public space yang adaptif, tanpa kehilangan identitas utamanya. Menurutnya, keberhasilan pembangunan ini terletak pada kemampuan desa menjaga keseimbangan antara fungsi sosial, ekonomi, dan olahraga.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Labruk Kidul yang telah mengalihfungsikan tanah kas desa melalui musyawarah hingga ditetapkan menjadi peraturan desa, sehingga memiliki landasan hukum yang jelas. Namun, ia mengingatkan agar pengembangan tidak melenceng dari konsep awal.

“Penambahan fasilitas seperti playground boleh saja, tetapi sebaiknya tidak permanen agar tidak mengganggu fungsi utama,” tegasnya. Ia juga mendorong penyediaan ruang laktasi sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang benar-benar ramah keluarga.

Reza menambahkan, nilai lebih sport center Labruk Kidul terletak pada integrasi antara fasilitas fisik dan potensi alam. Pemandangan persawahan, latar Gunung Semeru, serta lingkungan irigasi yang terjaga menjadi identitas tersendiri. Potensi lokal seperti Tempe Wedok khas Labruk Kidul pun dinilai dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kawasan. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program. “Pengembangan harus konsisten, tidak berhenti di tengah jalan, dan tidak bergantung pada satu periode kepemimpinan saja,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan fasilitas yang terarah, tetap berpegang pada konsep utama, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan masyarakat ikut andil untuk menjadikan Sport Center ini sebagai model ruang terbuka ramah keluarga yang berdaya saing dan berkelanjutan di tingkat desa.(Kominfo/Lmj-Imel/Bob)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....