Musim Semi Jepang, Menjelajahi Negeri Sakura yang Sedang Mekar

  • 14 Apr 2026 14:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Musim bunga di Jepang selalu punya daya tarik yang sulit ditandingi. Saat berbagai jenis bunga bermekaran, lanskap negeri ini berubah menjadi perpaduan warna yang memukau, sekaligus menghadirkan pengalaman budaya yang khas. Tak heran jika periode ini menjadi salah satu waktu paling populer bagi wisatawan untuk berkunjung.

Menurut laporan BBC Travel, keindahan Jepang saat “in bloom” tidak hanya soal bunga sakura yang terkenal, tetapi juga beragam jenis bunga lain yang mekar bergantian di berbagai wilayah. Setiap lokasi menawarkan pengalaman yang berbeda, tergantung waktu dan jenis bunga yang sedang mencapai puncaknya.

Salah satu daya tarik utama tentu saja bunga sakura yang mekar antara Maret hingga April. Fenomena ini dikenal sebagai hanami, tradisi menikmati keindahan bunga dengan piknik di bawah pepohonan. Selain menjadi momen visual yang indah, hanami juga sarat makna, melambangkan keindahan yang sementara dan siklus kehidupan.

Namun, keindahan Jepang tidak berhenti di sakura. BBC Travel juga menyoroti berbagai alternatif lokasi dan jenis bunga yang tak kalah menarik. Di beberapa daerah, bunga plum menjadi pembuka musim dengan warna pink lembut yang lebih awal mekar. Sementara itu, wisteria dengan untaian ungu dramatis biasanya muncul setelah musim sakura, menciptakan suasana yang hampir seperti dunia fantasi.

Keunikan Jepang terletak pada bentang geografisnya yang memanjang dari selatan ke utara. Hal ini membuat musim mekar berlangsung lebih lama karena waktu berbunga berbeda di tiap wilayah. Saat bunga sudah mulai gugur di Tokyo atau Kyoto, wilayah utara seperti Hokkaido justru baru memasuki masa puncak mekarnya.

Selain itu, ada juga bunga hydrangea yang mekar di musim hujan, memberikan nuansa segar dengan warna-warna cerah di kuil dan taman. Bahkan di musim panas dan gugur, Jepang tetap menawarkan panorama bunga lain seperti lavender, bunga matahari, hingga krisan yang memiliki makna simbolis dalam budaya Jepang.

BBC juga menekankan bahwa menikmati musim bunga di Jepang bukan hanya soal lokasi, tetapi juga cara menikmatinya. Wisatawan dianjurkan untuk menjaga etika, seperti tidak merusak tanaman, menjaga kebersihan, serta menghormati tradisi lokal. Hal ini penting agar keindahan alam tersebut tetap terjaga dan bisa dinikmati generasi berikutnya.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, musim bunga di Jepang adalah pengalaman yang menggabungkan alam, budaya, dan refleksi kehidupan. Setiap kelopak yang jatuh seolah mengingatkan bahwa keindahan tidak selalu abadi, justru di situlah letak pesonanya.

Dengan begitu banyak pilihan tempat dan waktu, menjelajahi Jepang saat mekar bukan hanya perjalanan visual, tetapi juga perjalanan emosional yang meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang mengalaminya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....